Menu ✖

Dark Mode
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

Sosial & Budaya

Mendikdasmen Paparkan Inovasi Digital Rumah Pendidikan

badge-check


Mendikdasmen Paparkan Inovasi Digital Rumah Pendidikan Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, memperkenalkan inisiatif digital unggulan bernama Rumah Pendidikan dalam Sidang Pleno Pertemuan Menteri Pendidikan APEC ke-7 (7th APEC Education Ministerial Meeting/AEMM) yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan, Kamis (15/5/2025).

Sidang pleno tersebut mengangkat tema utama “Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation”, yang menyoroti peran pendidikan dalam mempersempit kesenjangan dan mendorong pertumbuhan inklusif di era digital.

Dalam pidatonya di hadapan para Menteri dan perwakilan dari 21 negara anggota APEC, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Rumah Pendidikan hadir sebagai ekosistem terintegrasi yang memungkinkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan—guru, siswa, orang tua, hingga mitra pendidikan—untuk mengakses dan berbagi informasi dalam satu platform digital.

“Platform ini memiliki delapan ruang virtual yang mendukung akses informasi dan interaksi antarpemangku kepentingan. Salah satunya adalah Ruang GTK, yang dirancang khusus untuk pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan,” ujar Menteri Mu’ti.

Inisiatif ini juga sejalan dengan rencana besar pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Salah satu langkah konkret adalah penguatan pelatihan guru dalam bidang coding, asesmen, analisis data, dan pembelajaran mandiri, mengingat coding akan mulai diajarkan dari kelas 5 SD hingga jenjang SMA.

Menteri Mu’ti menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan pilar utama dalam menjembatani kesenjangan kualitas pendidikan.

“Pendidikan di era digital menuntut guru yang mampu mempersiapkan murid dengan keterampilan masa depan, termasuk kemampuan berpikir komputasional dan pemahaman etika kecerdasan buatan (AI),” katanya.

Lebih dari sekadar penguasaan teknis, kurikulum baru yang mencakup coding dan AI juga dirancang untuk membentuk pemikiran kritis, pendekatan desain yang berpusat pada manusia, serta kecakapan etis dalam pemanfaatan teknologi.

Kehadiran Rumah Pendidikan dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memajukan pendidikan inklusif berbasis teknologi, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara dalam transformasi pendidikan di kawasan Asia Pasifik.

Baca Lainnya

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026

8 November 2026 - 10:11 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo

8 November 2026 - 05:32 WIB

Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya

7 November 2026 - 11:24 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya