Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Mutu Pendidikan dengan Rehabilitasi dan Revitalisasi Puluhan Sekolah Pemerintah Tingkatkan Kemudahan Berusaha demi Menarik Investasi dan Menciptakan Lapangan Kerja Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kepedulian Sosial di Hari Kenaikan Yesus Kristus Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Terus Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan Kepala Biro Adpim Jatim Dorong Sinergi Humas, Media, dan Komunitas Hadapi Tantangan Era Digital Gubernur Khofifah Luncurkan GPIPS 2026 di Sidoarjo, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Nasional

Sosial & Budaya

Indonesia Usulkan Lima Inisiatif Strategis pada Pertemuan Pemimpin Agama BRICS

badge-check


Indonesia Usulkan Lima Inisiatif Strategis pada Pertemuan Pemimpin Agama BRICS Perbesar

Rio de Janeiro — Indonesia menegaskan komitmen memperkuat diplomasi keagamaan di kancah global melalui forum Pertemuan Pemimpin Agama Komunitas Muslim Negara-negara BRICS di Rio de Janeiro, Brasil.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI, Kamaruddin Amin, hadir sebagai wakil Indonesia dalam forum yang diikuti perwakilan dari 10 negara BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China (Tiongkok), Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Kehadiran ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak resmi bergabung dengan BRICS.

Pertemuan menghasilkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya memperkuat landasan moral masyarakat, memajukan kerja sama dalam kebaikan, serta menempatkan dimensi spiritual sebagai kunci membangun hubungan lebih erat di antara negara-negara anggota BRICS.

Dalam paparannya, Sekjen Kemenag RI Kamaruddin Amin membagikan pengalaman Indonesia dalam merawat persatuan di tengah keragaman agama, suku, dan budaya. “Indonesia mampu dan cakap dalam menjaga keberagamannya. Masyarakat yang penuh warna dapat terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keragaman agama dan keyakinan, pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat dan toleran,” ujarnya dalam siaran persnya yang diterima, Sabtu (6/9/2025).

Lebih jauh, menurut Kamaruddin Amin, pihaknya mengajukan lima inisiatif strategis sebagai kontribusi Indonesia di BRICS:

Pusat Pengetahuan Islam BRICS — platform daring untuk berbagi penelitian keislaman, teologi, dan isu kontemporer lintas negara.

Program Pertukaran Ulama Muda — beasiswa rotasi satu tahun di negara-negara BRICS untuk membangun pemahaman lintas budaya dan jaringan global.

Kemitraan Zakat dan Wakaf BRICS — integrasi potensi zakat, wakaf, dan CSR guna memperkuat filantropi antarnegara.

Inisiatif Ekoteologi, Ketahanan Pangan, dan Halal — riset kolaboratif tentang restorasi lingkungan, pertanian halal berkelanjutan, serta konservasi air.

Festival Budaya Jalur Sutra Spiritual (Spiritual Silk Road) — pertukaran seni Islam, kuliner halal, dan warisan budaya untuk memperkokoh diplomasi kultural.

Lebih lanjut, menurut Kamaruddin, usulan ini tidak hanya memperkuat fondasi moral, tetapi juga menciptakan sinergi nyata yang terukur di seluruh BRICS. “Dengan semangat persaudaraan, Indonesia siap berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran global,” tegasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Mutu Pendidikan dengan Rehabilitasi dan Revitalisasi Puluhan Sekolah

15 May 2026 - 02:27 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kepedulian Sosial di Hari Kenaikan Yesus Kristus

14 May 2026 - 09:46 WIB

Kepala Biro Adpim Jatim Dorong Sinergi Humas, Media, dan Komunitas Hadapi Tantangan Era Digital

13 May 2026 - 14:19 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya