Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Ketulusan Ojol Jatim Adalah Cermin Budaya Bangsa Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis TNI-Polri Bergerak Pulihkan Keamanan Pascaaksi Anarkis Kemkomdigi Pastikan tidak Ada Pembatasan Media Sosial selama Aksi Unjuk Rasa Pemimpin yang Menyapa: Khofifah Dengar Keluhan Rakyat dan Janjikan Solusi Gerakan Pangan Murah Direspon Khofifah dengan Jaminan Harga Terjangkau di Pasar Tradisional

Sosial & Budaya

Kemendikdasmen Percepat Wajib 1 Tahun PAUD Lewat Kolaborasi Mitra Pendidikan

badge-check


					Kemendikdasmen Percepat Wajib 1 Tahun PAUD Lewat Kolaborasi Mitra Pendidikan Perbesar

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang inklusif, merata, serta menyiapkan generasi unggul berkarakter.

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) menjadi motor penggerak percepatan program prioritas tersebut. Sejak awal 2025, Ditjen PAUD Dasmen aktif menggandeng mitra pendidikan, mulai dari organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, hingga mitra internasional.

Mitra strategis yang terlibat antara lain LP Ma’arif NU, PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, Majelis Pendidikan Kristen Indonesia (MPKI), Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia, UNICEF, INOVASI, hingga Save the Children.

“Ditjen PAUD Dasmen senantiasa terbuka atas partisipasi seluruh mitra pendidikan untuk mempercepat implementasi program prioritas. Hanya dengan gotong royong, pendidikan bermutu untuk semua bisa benar-benar terwujud,” tegas Direktur Jenderal PAUD Dasmen, Gogot Suharwoto, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (19/8/2025).

Komitmen kolaborasi ini diwujudkan dengan lahirnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama yang disepakati pada Juni 2025. Salah satu terobosan penting adalah implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah (PAUD) yang diusung Muslimat NU, PP Aisyiyah, MPKI, dan Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia.

Program ini sekaligus menjadi realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menekankan perluasan akses PAUD sebagai fondasi wajib belajar 13 tahun. Inisiatif lain yang berjalan antara lain promosi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi sekolah penerima BOSP Kinerja, hingga pengembangan lingkungan belajar aman, nyaman, dan menggembirakan oleh UNICEF, INOVASI, serta Save the Children.

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen melalui Ditjen PAUD Dasmen akan menandatangani Nota Kesepahaman (NK) dengan para mitra pendidikan terkait layanan pendidikan bermutu. Mitra juga akan mendapat bimbingan teknis dari direktorat teknis agar implementasi program prioritas berjalan efektif dan berkelanjutan.

Upaya ini mempertegas tekad Kemendikdasmen menghadirkan pendidikan inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global sesuai visi Asta Cita Presiden RI. Dengan semangat gotong royong, pendidikan Indonesia diharapkan semakin merata, modern, dan mampu mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Ketulusan Ojol Jatim Adalah Cermin Budaya Bangsa

31 August 2025 - 08:54 WIB

Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Sampaikan Duka Cita Mendalam

30 August 2025 - 01:36 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa, Perintahkan Usut Tuntas Insiden Demonstrasi

30 August 2025 - 01:35 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya