Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Ketahanan Pangan Bukan Isu Sederhana, Integrasi Matra TNI Jadi Kunci Kedaulatan Nasional Gubernur Khofifah Nilai SMKN 1 Buduran Jadi Role Model Nasional Pendidikan Vokasi Berbasis Industri KONI Pusat Nilai Lari Trail Berpotensi Berprestasi Global Layanan Peserta PBI JKN Tetap Berjalan Selama Tiga Bulan KKN Pertanahan Perkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Agraria Presiden Dorong Profesionalisme TNI–Polri di Rapim 2026

Ekonomi & Bisnis

Gerakan Pangan Murah Direspon Khofifah dengan Jaminan Harga Terjangkau di Pasar Tradisional

badge-check


Gerakan Pangan Murah Direspon Khofifah dengan Jaminan Harga Terjangkau di Pasar Tradisional Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan pangan dan bahan pokok bagi warga masyarakat Jatim, khususnya komoditas beras. Ia juga menjamin pasokan beras di Jatim sangat cukup dan dapat diakses masyarakat secara mudah dan harga terjangkau. Saat ini yang kita maksimalkan adalah kelancaran distribusinya terutama beras SPHP.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri pencanangan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia yang diadakan oleh Pemerintah Pusat, yang diikuti lewat telekonferensi di Lapangan Flores, Kec. Wonokromo, Surabaya, Sabtu (30/8).

“Kita berharap distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ini makin dilancarkan di semua pasar-pasar tradisional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Walikota Surabaya Eri Cahyadi berkeliling untuk meninjau stand komoditas pangan yang meramaikan GPM Wonokromo.

Komoditas yang disediakan meliputi ⁠gula pasir, minyak kita, ⁠telur ayam, ⁠daging sapi, ⁠daging ayam, ⁠bawang merah, bawang putih, ⁠cabai rawit, dan ⁠cabai merah besar.

Lebih lanjut GPM ini, sebut Gubernur Khofifah, menjadi penting terutama dengan surat keputusan keputusan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bahwa HET untuk beras medium Rp13.500. Yang mana, penjualannya di pasar bisa lebih dari itu.

“Tapi kalau SPHP HET-nya Rp12.500, di pasar justru bisa lebih murah dari HET-nya. Oleh karena itu kebutuhan masyarakat yang memang sebagian besar itu pada beras medium, kita harapkan memang dimaksimalkan proses distribusinya,” terangnya.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga berharap kemudahan untuk penjual di semua pasar tradisional. Mengingat, untuk dapat menjual beras, mereka harus mendaftar di aplikasi khusus seperti Klik SPHP yang dirancang untuk mencegah penyelewengan.

“Mudah-mudahan setelah rapat demi rapat, rakor demi rakor, semua ini memudahkan proses distribusi sehingga keterjangkauannya baik. Stok harus aman, distribusi harus aman, penjangkauan harus aman. Jadi ada tiga aman di sini,” tegas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, beras SPHP yang disediakan mencapai 173 ribu ton. Tak lupa, dirinya bersama Walikota Eri membagikan total 100 sak beras SPHP 5 kg kepada warga sekitar.

Lebih dari itu, ia dan Walikota Eri juga menyapa masyarakat sekitar dan memborong berbagai panganan kecil yang dijual untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang hadir di GPM Wonokromo.

Sebagai informasi, penyaluran serentak GPM di seluruh Indonesia ini dilakukan dalam rangka HUT ke 80 RI dengan melibatkan *654 kecamatan, 16
Polri, 449 TNI, 8 PTPN, 6 PT Pos dan 149 saluran lainnya
dengan kuantum beras SPHP mencapai 4.863 Ton

Penyaluran hari ini merupakan yang tertinggi dalam realisasi rata-rata penyaluran harian saat ini. Menurut Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam zoom GPM, ini merupakan intervensi pemerintah dalam menjamin kedaulatan pangan.

“Sebenarnya di pertanian ini, kami ingin membangun ekosistem pangan yang sehat. Dan Instruksi Presiden pangan sampai hari ini luar biasa. Ini gagasan Presiden dan beliau sudah mengeluarkan 17 Inpres sektor pangan dalam 8 bulan untuk mempermudah,” ujar Menteri Andi.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen

9 February 2026 - 07:48 WIB

OJK Fokus Jaga Stabilitas Industri ITSK dan Aset Digital

8 February 2026 - 23:33 WIB

Menko Pangan Dorong Stabilitas Harga lewat Penyerapan Gabah

8 February 2026 - 23:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis