Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Ketulusan Ojol Jatim Adalah Cermin Budaya Bangsa Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis TNI-Polri Bergerak Pulihkan Keamanan Pascaaksi Anarkis Kemkomdigi Pastikan tidak Ada Pembatasan Media Sosial selama Aksi Unjuk Rasa Pemimpin yang Menyapa: Khofifah Dengar Keluhan Rakyat dan Janjikan Solusi Gerakan Pangan Murah Direspon Khofifah dengan Jaminan Harga Terjangkau di Pasar Tradisional

Sosial & Budaya

Kemendikdasmen Gelar O2SN Diksus 2025, Dorong Prestasi Siswa Berkebutuhan Khusus

badge-check


					Kemendikdasmen Gelar O2SN Diksus 2025, Dorong Prestasi Siswa Berkebutuhan Khusus Perbesar

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Pendidikan Khusus (O2SN Diksus) Tingkat Nasional 2025 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar bersama Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat ini diikuti 123 siswa berkebutuhan khusus dari 33 provinsi.

Tahun ini, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik putri, bulutangkis tunggal putra, boccia putra-putri, dan tenis meja putra. Cabang-cabang tersebut dipilih berdasarkan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus serta pedoman nasional O2SN Diksus 2025.

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa O2SN Diksus bukan hanya arena kompetisi, tetapi ruang pembinaan, pengembangan, dan aktualisasi diri.

“Kehadiran kita di sini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk mendukung potensi dan prestasi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kami ingin memberi kesempatan setara bagi mereka untuk menunjukkan bakat, keterampilan, dan semangat juang dalam olahraga,” ujar Maria, dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (20/8/2025).

Maria menekankan, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa yang harus difasilitasi dengan ruang yang tepat, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan penuh dari guru dan orang tua. “Setiap anak adalah talenta bangsa. Mereka berhak diberi kesempatan yang sama untuk meraih mimpi dan prestasi,” tambahnya.

Perwakilan Dinas Pendidikan Sumatra Selatan, Herza, menyampaikan bahwa pihaknya aktif mendampingi peserta sejak tahap persiapan, pendaftaran, hingga pelaksanaan. Tahun ini, provinsinya mengirimkan 24 atlet. “Harapannya ke depan kami bisa mengirim lebih banyak peserta. Tahun ini cabang tenis meja belum ada wakilnya,” ungkap Herza.

Sementara itu, Guru SLBN Rokanhulu sekaligus pendamping kontingen Riau, Bambang Edi Kusworo, menceritakan perjuangan salah satu siswanya yang bertanding bulutangkis meski menggunakan lutut karena keterbatasan fisik. “Kami berharap O2SN menjadi ruang untuk membuktikan kemampuan dan mengembangkan potensi siswa berkebutuhan khusus,” katanya.

Dukungan juga datang dari orang tua. Tuki, ayah Riffat Faiq Ramadhani dari Kontingen Banten, mengungkapkan rasa syukur anaknya yang memiliki down syndrome bisa tampil di cabang bocce. “Alhamdulillah, anak saya mudah diarahkan sejak latihan hingga pertandingan. Kami bangga ia bisa berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya penuh haru.

Penyelenggaraan O2SN Diksus 2025 merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda membangun SDM unggul, adil, dan inklusif. Program ini diharapkan melahirkan generasi emas Indonesia dari kalangan siswa berkebutuhan khusus, dengan karakter sportif, disiplin, tangguh, dan percaya diri.

Melalui ajang ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan inklusif dan prestasi olahraga adalah bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapat kesempatan berkontribusi bagi bangsa.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Ketulusan Ojol Jatim Adalah Cermin Budaya Bangsa

31 August 2025 - 08:54 WIB

Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Sampaikan Duka Cita Mendalam

30 August 2025 - 01:36 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa, Perintahkan Usut Tuntas Insiden Demonstrasi

30 August 2025 - 01:35 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya