Menu

Dark Mode
Halal Bihalal YPS Al Madinah Jombang, Bangun Sinergi Antar Lembaga dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Khofifah Sampaikan LKPJ 2025, Tegaskan Pembangunan Jatim Tumbuh Inklusif dan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Tetapkan Sirkuit Suryo Magetan, Perkuat Infrastruktur Olahraga dan Lahirkan Talenta Balap Jatim Kunjungan Presiden ke Jepang Buka Peluang Kerja Sama Teknologi BPH Migas Pastikan Kelancaran Distribusi BBM ke 3T PLN Dorong Pemerataan Energi Lewat Pembangunan Infrastruktur 3T

Ekonomi & Bisnis

Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi

badge-check


Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi Perbesar

Jakarta – Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah memajukan target Net Zero Emission (NZE) sektor manufaktur dari 2060 menjadi 2050. Keputusan itu diambil agar industri Indonesia lebih siap menghadapi persaingan global dan memenuhi tuntutan pasar internasional terhadap produk hijau.

“Alasannya sederhana, kita ingin lebih cepat. Bukan negara kuat yang memakan negara lemah, melainkan negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Karena itu, kita tetapkan target 2050 agar produk hijau Indonesia lebih siap bersaing di global market,” kata Agus usai membuka  The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Menurut Agus, percepatan ini juga mempertimbangkan kesiapan Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. “Kalau kita lihat, justru kita lebih maju dari mereka. Itu sebabnya kita tetapkan target lebih cepat,” tambahnya.

Menperin menegaskan, transformasi menuju industri hijau tidak boleh dianggap sebagai beban biaya (cost), melainkan investasi jangka panjang. Pemerintah, lanjut Agus, tengah menyiapkan sejumlah skema agar transformasi tidak memberatkan industri.

“Kita siapkan konsep GISCO (Green Industry Special Cooperation) sebagai game changer. Nantinya akan ada insentif, termasuk cost recovery, serta pemanfaatan nilai ekonomi karbon yang bisa dinikmati industri ketika beralih ke produk hijau,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin cepat perusahaan masuk ke transformasi hijau, semakin besar peluang produk mereka diterima di pasar global yang kini mensyaratkan dekarbonisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menekankan peran krusial pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi sirkular, khususnya terkait pengelolaan sampah.

“Semua sampah itu punya nilai. Oleh karena itu, ke depan penghargaan tidak hanya diberikan pada level provinsi, tapi juga akan menyasar pemerintah kota dan kabupaten sesuai kontribusi mereka dalam ekonomi sirkular,” ujar Agus.

Tahun ini, penghargaan daerah terbaik dalam implementasi industri hijau diberikan kepada Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang dinilai berhasil mendukung penerapan prinsip circular economy secara signifikan.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Tetapkan Sirkuit Suryo Magetan, Perkuat Infrastruktur Olahraga dan Lahirkan Talenta Balap Jatim

30 March 2026 - 05:47 WIB

BPH Migas Pastikan Kelancaran Distribusi BBM ke 3T

30 March 2026 - 03:43 WIB

PLN Dorong Pemerataan Energi Lewat Pembangunan Infrastruktur 3T

30 March 2026 - 03:18 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis