Jakarta, Petik – Pemerintah melakukan revitalisasi terhadap 746 sekolah yang terdampak bencana serta menyalurkan bantuan sebesar Rp220,5 miliar kepada 36.074 guru yang ikut terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.
Perbaikan sekolah difokuskan pada rehabilitasi infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana, sehingga siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak. Pemerintah menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun dalam situasi pascabencana.
Selain pembenahan fasilitas, perhatian juga diberikan kepada para tenaga pendidik. Puluhan ribu guru menerima bantuan guna mendukung pemulihan kondisi ekonomi dan sosial mereka. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga motivasi serta kesinambungan tugas guru dalam mendidik peserta didik.
Pemerintah menilai pemulihan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan sumber daya manusia. Oleh karena itu, langkah yang diambil mencakup rehabilitasi sarana prasarana sekaligus pemberian bantuan langsung kepada guru terdampak.
Melalui revitalisasi ratusan sekolah dan penyaluran bantuan ratusan miliar rupiah kepada guru, pemerintah optimistis sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat pulih secara bertahap serta semakin tangguh menghadapi risiko serupa di masa mendatang.



















