Menu

Dark Mode
Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Tekankan Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan untuk Tingkatkan IPM Pada HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Tegaskan Peran Strategis 400 Paralegal dalam Perlindungan Hukum dan Resolusi Konflik Sosial Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global

Sosial & Budaya

Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Tekankan Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan untuk Tingkatkan IPM

badge-check


Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Tekankan Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan untuk Tingkatkan IPM Perbesar

SEMARANG, 12 APRIL 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik  Pengurus Wilayah  IKA UNAIR Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4).

Menariknya, mayoritas pengurus yang dilantik merupakan tenaga medis, khususnya dokter. Hal ini, menurut Khofifah, menjadi momentum strategis untuk mendorong kontribusi alumni dalam menjawab tantangan pemerataan layanan kesehatan  berkualitas di Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya terobosan dalam sistem pendidikan kesehatan, khususnya melalui penguatan pendekatan kedokteran  yang terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan nasional.

"Pendidikan kesehatan negeri ini mengawali hospital based kemudian berubah university based. Namun tidak mudah mengambil keputusan antara hospital based dan university based dan saat ini Pemerintah melalui Kemenkes akan menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based," jelasnya. 

Menurut Khofifah, penguatan sistem pendidikan tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi) yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia mencontohkan, masih terdapat daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu yang menunjukkan adanya kesenjangan distribusi tenaga kesehatan.

"Ada standar yang disepakati bagaimana mengukur IPM dengan melihat peta distribusi layanan berkualitas terutama hadirnya para dokter spesialis di berbagai titik terutama di daerah 4T yang selama ini mengalami kesenjangan layanan kesehatan," jelasnya. 

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan yang merata merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Sebab, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh akses layanan kesehatan yang memadai.

"Mengawal NKRI dengan beragam cara akan menjadi pagar NKRI bahwa IPM mendapat perhatian karena pendidkan, kesehatan dan kesejahteraan bagus sehingga menurunkan kemiskinan dan pengangguran," jelasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendekatan hospital based dan university based dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan, agar mampu menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus merata distribusinya, 

"Pentingnya menjaga keseimbangan antara hospital based dan university based untuk melahirkan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas dan dirasakan secara merata," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya

Pada HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Tegaskan Peran Strategis 400 Paralegal dalam Perlindungan Hukum dan Resolusi Konflik Sosial

12 April 2026 - 03:43 WIB

Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial

11 April 2026 - 12:06 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria

11 April 2026 - 02:36 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya