Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Berita

Bantu Kelompok Rentan dan Dorong Ekonomi Desa, Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp32,16 Miliar ke Ngawi

badge-check


Bantu Kelompok Rentan dan Dorong Ekonomi Desa, Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp32,16 Miliar ke Ngawi Perbesar

NGAWI, 7 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan yang menyasar kelompok rentan, keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, pekerja rentan, hingga penguatan ekonomi desa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), tali asih pilar sosial, bantuan pemberdayaan masyarakat desa, hingga bantuan keuangan desa dengan total nilai mencapai Rp32,16 miliar untuk masyarakat  Ngawi dalam Sapa Bansos dan Taliasih di Pendopo Kabupaten Ngawi, Jumat (5/6).

"Secara khusus, kegiatan yang kita laksanakan hari ini di Kabupaten Ngawi merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membangun penguatan daya beli masyarakat, memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Khofifah.

Menurutnya, berbagai program bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri dan produktif.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, disalurkan total bantuan sebesar Rp6,107 miliar berupa bantuan sosial Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) kepada 2.024 keluarga masing-masing sebesar Rp2 juta per tahun.

Kemudian ada BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok kepada 474 penerima masing-masing sebesar Rp1 juta per tahun, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 230 penerima masing-masing sebesar Rp3,6 juta per tahun, bantuan KIP PUTRI JAWARA kepada 100 penerima sebesar Rp3 juta per tahun.

Lalu ada Bantuan KIP PPKS JAWARA kepada 3 penerima sebesar Rp3 juta per tahun, BOP dan tali asih kepada 174 pilar sosial yang terdiri dari Pendamping Disabilitas, TKSK dan TAGANA sebesar Rp 334,4 juta dan Bansos Permakanan LKS PD kepada 25 penerima sebesar Rp114,375 juta.

Selanjutnya, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima manfaat untuk menebalkan modal usaha sekaligus menghindari rente masing-masing Rp500 ribu. 

Tidak hanya itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp845,9 juta dengan rincian Bantuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) senilai Rp100 juta kepada tiga desa penerima. 

Kemudian bantuan Desa Berdaya kepada dua desa penerima masing-masing senilai Rp 100 juta. Bantuan Jatim Puspa juga diberikan kepada tiga desa penerima sebesar Rp300,9 juta serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Kab/Kota diberikan senilai Rp45 juta.

Kemudian Bantuan Keuangan (BK) desa senilai Rp 25,184 miliar dengan rincian BK Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kepada empat desa penerima senilai Rp 275 juta, BK Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya kepada 62 desa penerima sebesar Rp 15,082 miliar.

Selanjutnya, BK Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga kepada delapan desa penerima sebesar Rp4,155 miliar, BK Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kepada satu desa penerima sebesar Rp200 juta, BK Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kepada 25 desa sebesar Rp4,647 miliar.

Gubernur Khofifah berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial dan pemberdayaan yang diberikan pemerintah harus mampu menciptakan efek pengungkit (_multiplier effect_) bagi ketahanan ekonomi keluarga maupun masyarakat secara luas.

"Bantuan digunakan sebaik-baiknya untuk pemenuhan kebutuhan pokok, meningkatkan kemandirian serta menumbuhkan semangat kewirausahaan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur Khofifah dalam menghadirkan berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Bupati Ony menambahkan, berbagai program yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang terus memberikan perhatian besar kepada masyarakat Ngawi. Semoga semangat dan ikhtiar beliau dalam menyejahterakan masyarakat Jawa Timur dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa

12 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya