Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative

badge-check


Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah Indonesia bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meluncurkan program kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) sebagai upaya mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Program ini menjadi bentuk kolaborasi strategis yang berfokus pada penguatan kebijakan, pengembangan proyek ramah lingkungan, serta peningkatan investasi hijau di berbagai sektor pembangunan nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menjelaskan bahwa ekonomi hijau kini menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Melalui program GIFT, pemerintah berupaya menghubungkan kebijakan pembangunan nasional dengan peluang investasi hijau yang semakin berkembang di tingkat global, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan target Indonesia Emas 2045 dan komitmen nasional untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam RPJMN 2025–2029, ekonomi hijau ditetapkan sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong transformasi ekonomi yang mampu meningkatkan pertumbuhan sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemerintah meyakini bahwa penerapan ekonomi hijau akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan jutaan lapangan kerja hijau, hingga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan berbagai tantangan global.

Pada peluncuran program tersebut, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menekankan pentingnya mengubah berbagai komitmen pembangunan berkelanjutan menjadi aksi nyata. Ia berharap GIFT dapat memberikan kontribusi besar bagi Indonesia maupun dunia dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif GGGI, Sang-Hyup Kim, menyampaikan bahwa GIFT dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan kebijakan, investasi, dan implementasi pembangunan hijau. Program ini juga melanjutkan kerja sama panjang antara Indonesia dan GGGI yang selama satu dekade terakhir telah berhasil mendukung mobilisasi investasi hijau dan memperluas berbagai program pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kemitraan ini, pemerintah berharap sinergi antara sektor publik, sektor swasta, lembaga keuangan, dan mitra internasional dapat semakin kuat guna mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

10 July 2026 - 07:11 WIB

Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional

9 July 2026 - 12:26 WIB

Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Catat Rekor Transaksi Rp1,06 Triliun dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

8 July 2026 - 12:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis