Menu

Dark Mode
Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR Hasilkan Gagasan Strategis dan Inovatif, Gubernur Khofifah Optimistis Perkuat Peran Alumni bagi Bangsa Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

Ekonomi & Bisnis

Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah

badge-check


Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah Perbesar

Jakarta – Pemerintah berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap rupiah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah. (Infopublik)
Dana stabilisasi obligasi itu nantinya digunakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah di pasar sekunder guna menjaga stabilitas harga obligasi dan menekan risiko kerugian modal bagi investor.

Menurut Purbaya, instrumen tersebut sebenarnya sudah dimiliki pemerintah sejak lama, namun belum pernah dioperasikan secara aktif. Pemerintah kini menilai pengaktifan kembali dana tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dalam beberapa bulan terakhir berpotensi memicu arus keluar modal asing. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diantisipasi secara tepat.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam pelaksanaan kebijakan tersebut guna memastikan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain menjaga pasar obligasi, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar mata uang dunia.

Baca Lainnya

Jawa Timur Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Tanam Tebu Serentak di Tujuh Kabupaten

18 June 2026 - 08:17 WIB

Resmikan Al-Akbar FishTech, Gubernur Khofifah Ajak Masjid di Indonesia Kembangkan Ketahanan Pangan Berbasis Teknologi dan Kemakmuran Umat

18 June 2026 - 01:26 WIB

Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah

15 June 2026 - 05:51 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis