Menu

Dark Mode
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026 Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Pengakuan Dunia untuk Indonesia, Tiga Inovasi Digital Nasional Masuk Daftar Terbaik WSIS 2026 Pemerintah Dorong Investasi AI yang Menghasilkan Alih Pengetahuan dan Inovasi bagi Indonesia Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Pemerintah Tingkatkan Kolaborasi ATR/BPN dan Kejagung dalam Pemulihan Aset Pertanahan Bermasalah

Ekonomi & Bisnis

Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah

badge-check


Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah Perbesar

Jakarta – Pemerintah berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap rupiah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah. (Infopublik)
Dana stabilisasi obligasi itu nantinya digunakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah di pasar sekunder guna menjaga stabilitas harga obligasi dan menekan risiko kerugian modal bagi investor.

Menurut Purbaya, instrumen tersebut sebenarnya sudah dimiliki pemerintah sejak lama, namun belum pernah dioperasikan secara aktif. Pemerintah kini menilai pengaktifan kembali dana tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dalam beberapa bulan terakhir berpotensi memicu arus keluar modal asing. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diantisipasi secara tepat.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam pelaksanaan kebijakan tersebut guna memastikan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain menjaga pasar obligasi, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar mata uang dunia.

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026

12 June 2026 - 10:07 WIB

Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan

12 June 2026 - 02:06 WIB

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

12 June 2026 - 00:48 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis