Menu ✖

Dark Mode
350 SMK Serentak Layani Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor, Gubernur Khofifah: Vokasi Harus Dekat dengan Praktik Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh Dari Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Perkuat Mekanisasi Pertanian di Jatim Gubernur Khofifah: Bantuan Harus Jadi Pengungkit Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Keluarga Kenang Jasa Gubernur Pertama Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Keteladanan Kepemimpinan di Era Kini Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Ajak Santri Jadikan Menanam Pohon sebagai Kebiasaan, Bukan Sekadar Pengetahuan

badge-check


Gubernur Khofifah Ajak Santri Jadikan Menanam Pohon sebagai Kebiasaan, Bukan Sekadar Pengetahuan Perbesar

MALANG, 4  OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama santri pramuka peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 melaksanakan penanaman 1.000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10).

Khofifah menyampaikan bahwa menanam pohon merupakan cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sedekah oksigen.

“Kalau saya lebih menyebut menanam ini, intinya kita sedang sedekah oksigen. Jadi cinta lingkungan salah satunya dengan menanam,” katanya.

Selain menghasilkan oksigen, pohon yang tumbuh dan terawat juga menyerap karbon dioksida serta menyimpan karbon dalam biomassa. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah nyata untuk meningkatkan cadangan karbon dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Persetujuan Paris yang telah diratifikasi pada 2016, sekaligus menjadi bagian dari penguatan kebijakan pelestarian lingkungan melalui “Jatim Lestari” dalam Nawa Bhakti Satya.

Menurut Khofifah, keterlibatan santri dalam penanaman pohon menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Kepedulian tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menanam hingga merawat pohon agar tumbuh dengan baik.

“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan. Hari ini mereka menanam, kemudian merawatnya, dan mudah-mudahan kebiasaan itu mereka bawa kembali ke pesantren dan lingkungan masing-masing,” urainya.

Khofifah berharap pengalaman menanam pohon dalam kegiatan PPSN menjadi pembelajaran bagi para santri tentang kesabaran dan tanggung jawab dalam menjaga alam.

“Kalau mereka menanam sendiri, mereka akan melihat pohonnya tumbuh. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab. Kita sedang menanam kesadaran bahwa lingkungan yang baik itu harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak para santri melihat kegiatan tersebut sebagai kontribusi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi berikutnya.

“Pohonnya kita tanam sekarang, yang menikmati nanti bukan hanya kita, tetapi juga generasi berikutnya. Ini yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak santri,” katanya.

Sebanyak 1.000 pohon yang ditanam terdiri atas 300 pohon mangga, 300 pohon pule, 300 pohon tabebuya, dan 100 pohon maja.

Rencana penanaman tersebut sebelumnya dikoordinasikan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kesesuaian jenis pohon dan lokasi penanaman dengan kondisi lahan pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis menanam pohon maja. Sementara itu, penentuan titik penanaman masing-masing jenis pohon diserahkan kepada pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo dengan mempertimbangkan kondisi lahan.

“Topografi tanahnya cocok untuk itu. Maka kita koordinasikan, kemudian hari ini kita menanam 1.000 pohon. Ada pule, mangga, maja, dan tabebuya,” katanya.

Selain para santri, kegiatan penanaman turut diikuti Mahrus dari Direktorat Jenderal Pesantren, Rio Ashadi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Bupati Malang M. Sanusi, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang.

Baca Lainnya

350 SMK Serentak Layani Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor, Gubernur Khofifah: Vokasi Harus Dekat dengan Praktik

7 October 2026 - 12:41 WIB

Dari Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Perkuat Mekanisasi Pertanian di Jatim

7 October 2026 - 02:26 WIB

Gubernur Khofifah: Bantuan Harus Jadi Pengungkit Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Keluarga

6 October 2026 - 13:21 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya