Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah Borong Produk UMKM di Pasar Murah Banyuwangi, Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Omzet Pelaku Usaha

badge-check


Gubernur Khofifah Borong Produk UMKM di Pasar Murah Banyuwangi, Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Omzet Pelaku Usaha Perbesar

BANYUWANGI, 4 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7).

Gubernur Khofifah mengatakan, Pasar Murah tidak sekadar menjadi agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar. Lebih dari itu, program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

“Pasar Murah terus di hadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

“Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat terutama mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pasar murah terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak warga yang merasakan dampak positifnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat di setiap penyelenggaraan pasar murah menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, pasar murah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

“Pasar Murah selalu jadi magnet bagi masyarakat. Selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ini jadi salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus bentuk perlindungan sosial supaya seluruh lapisan masyarakat tetap punya akses terhadap bahan pokok,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini pun mengaku bersyukur pelaksanaan pasar murah di Banyuwangi mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Sementara dalam pelaksanaan Pasar Murah kali ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar sebesar Rp15.166 per kilogram. Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok yang disiapkan mencapai 10 ton.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sebesar Rp16.166. MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan. Seluruh harga tersebut berada di bawah harga pasar sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada para lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang turut berpartisipasi dalam pasar murah. Ia memborong berbagai produk UMKM yang dipasarkan, kemudian membagikannya kepada masyarakat yang hadir.

Langkah tersebut, menurut Khofifah, menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, manfaat pasar murah tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga oleh pelaku UMKM yang memperoleh tambahan omzet dan peluang memperluas pasar.

Baca Lainnya

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

10 July 2026 - 07:11 WIB

Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional

9 July 2026 - 12:26 WIB

Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Catat Rekor Transaksi Rp1,06 Triliun dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

8 July 2026 - 12:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis