Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Politik & Pemerintahan

Gubernur Khofifah Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Swedia di Sektor Transportasi dan Energi

badge-check


Gubernur Khofifah Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Swedia di Sektor Transportasi dan Energi Perbesar

SURABAYA, 13 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert beserta delegasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2) pagi.

 Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Swedia di sejumlah sektor prioritas seperti transportasi publik, kesehatan, Energi,  industri, dan  pendidikan.

Terkait transportasi publik, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim saat ini tengah fokus pada pengembangan infrastruktur transportasi publik di Kota Surabaya dan sekitarnya melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Menurutnya, pengalaman dan teknologi transportasi yang dimiliki Swedia berpotensi menjadi mitra strategis untuk mendukung pengembangan sistem transportasi modern, termasuk manajemen operasional, ticketing, hingga solusi mobilitas perkotaan.

Selain SRRL, Gubernur Khofifah memandang optimis kerjasama lain yang berpotensi dilakukan antara Jawa Timur dan Swedia mengingat pengalaman Swedia dalam bidang transportasi umum baik dari manajemen hingga solusi parkir dan ticketing sudah tidak diragukan. 

"Bahkan Swedia juga telah berinvestasi Ship Building atau bidang perkapalan yang berlokasi di Banyuwangi. Sudah berjalan selama 30 tahun," tuturnya. 

Di bidang pendidikan, pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama beasiswa dan pertukaran akademik. Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga (UNAIR) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) guna menjajaki program pendidikan lanjutan, khususnya jenjang doktoral bidang kesehatan (Medical PhD).

"Beliau juga akan ke UNAIR dan ITS untuk membangun kerjasama beasiswa pendidikan di Swedia. Utamanya pada jenjang Medical PhD bagi mahasiswa UNAIR," jelas Gubernur Khofifah. 

Tidak hanya menyasar pendidikan tinggi, kolaborasi ini juga merambah level pendidikan menengah, utamanya bagi enam SMA Taruna yang ada di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah berharap adanya dukungan dari pihak Swedia dalam hal pembiasaan dan peningkatan penguasaan bahasa Inggris bagi para siswa, sehingga lulusan sekolah unggulan tersebut memiliki daya saing internasional yang lebih tangguh.

"Di Indonesia ini, hanya Jawa Timur yang memiliki SMA Negeri berbasis Boarding School yaitu SMA Taruna di enam titik. Di dalamnya adalah anak-anak Best Of The Best dari berbagai daerah tidak hanya Jawa Timur," jelasnya. 

Gubernur Khofifah mengatakan, kehadiran tim ahli yang kompeten dari Swedia diyakini mampu mengakselerasi berbagai proyek strategis yang tengah berjalan maupun yang akan direncanakan di wilayah Jawa Timur.

Karena itu, Gubernur Khofifah berharap seluruh pembahasan dalam pertemuan pagi ini dapat segera ditindaklanjuti secara teknis oleh tim dari masing-masing negara.

"Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Jawa Timur," pungkasnya.

Sementara itu, Dubes Swedia untuk Indonesia H.E. Mr. Daniel Blockert mengatakan bahwa fokus kunjungannya kali ini adalah untuk memperluas jaringan kerjasama antara Pemerintah Swedia dengan wilayah di Indonesia utamanya Jawa Timur. 

Sebagai salah satu wilayah terbesar, dan perekonomian tertinggi, ia mengaku banyak sekali prioritas yang beririsan dan dirasa bisa diperdalam kerjasamanya antara Swedia dan Jawa Timur. 

"Banyak hal yang dibahas bersama Ibu Gubernur hari ini, diantaranya transportasi, energi, layanan kesehatan dan industri manifaktur. Namun kali ini sektor pendidikan dan transportasi umum akan jadi prioritas kita bersama dalam waktu dekat," ungkapnya kepada awak media. 

Di bidang pendidikan, ia menegaskan tengah membahas program kerjasama beasiswa dengan dua Universitas terkemuka di Jatim yaitu Unair dan ITS. 

Sedangkan kaitan transportasi umum, yang mana tengah menjadi prioritas Pemprov Jatim, ia mengaku siap untuk bisa turut berpartisipasi dengan teknologi yang telah dimiliki oleh Swedia saat ini. Dimana Swedia juga sangat terkenal dengan industri otomotifnya yaitu Scania dan Volvo yang bahkan telah banyak masuk di pasar Indonesia. 

"Kaitannya sektor industri yang sangat tumbuh pesat di Jawa Timur, kami akan sangat senang membawa kabar ini kembali ke Swedia. Harapannya nanti akan lebih banyak perusahaan yang berminat untuk melakukan investasi di Jawa Timur," tuturnya. 

"Telah ada berbagai perusahaan besar seperti IKEA, elektrolux dan H & M. Mereka juga mencari tempat untuk menjual produk, dan bisa juga untuk tempat produksinya," imbuh Dubes Swedia. 

Di akhir ia mengucapkan terima kasih atas sambutan ramah dan kesempatan kerjasama yang diberikan oleh Pemprov Jatim. Ia meyakini akan semakin banyak kerjasama strategis lain yang terjalin antara Swedia dan Jawa Timur di masa depan.

"Pertemuan ini hanyalah awal dari kerjasama strategis yang akan terjalin mendatang," tutupnya. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Kepala Misi Swedia Daniel Marshall-Heyman, Pejabat Politik Kedutaan Besar Swedia Natasha Kindangen dan Rasmus Vangedal, jajaran perwakilan perusahaan asal Swedia, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim terkait. 

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat

26 June 2026 - 03:58 WIB

Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga

24 June 2026 - 11:15 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan