Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Sambut Ribuan Warga di Grahadi, Riyayan Jadi Ajang Kebersamaan Gubernur Khofifah Salat Ied Bersama Ribuan Jemaah, Ajak Jadikan Idul Fitri Momentum Perdamaian Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Syukuri Nikmat Kemenangan Lewat Gema Takbir di Surabaya Gubernur Khofifah Hidupkan Tradisi Riyayan, Pererat Hubungan Pemerintah dan Masyarakat Gubernur Khofifah Gelar Qiyamul Lail di Grahadi, Lomba Olahan Bandeng Pererat Silaturahmi Perangkat Daerah Gubernur Khofifah Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis, Lengkapi Armada dengan GPS untuk Keamanan

Ekonomi & Bisnis

Kembalikan Fungsi Pelabuhan Perikanan, Pedagang Non-Perikanan Direlokasi Secara Humanis

badge-check


Kembalikan Fungsi Pelabuhan Perikanan, Pedagang Non-Perikanan Direlokasi Secara Humanis Perbesar

Kota Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), mulai mengambil langkah konkret untuk menertibkan aktivitas pedagang non-perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Tenda (PPI Tenda), Kota Gorontalo.

Langkah itu diambil untuk mengembalikan fungsi pelabuhan perikanan sesuai peruntukannya berdasarkan regulasi yang berlaku.

Rapat koordinasi penertiban digelar secara daring pada Jumat (4/4/2025), dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, serta dimoderatori oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten II.

Turut hadir dalam rapat tersebut DKP Provinsi Gorontalo juga beberapa unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Satpol PP, Dinas Koperindag, Biro Hukum, dan lainnya.

Kepala DKP Provinsi Gorontalo Sila N. Botutihe menyatakan, keberadaan aktivitas non-perikanan di kawasan pelabuhan tidak lagi sesuai sejak kewenangan pengelolaan dialihkan dari Pemerintah Kota ke Pemerintah Provinsi, berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 dan UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

“Fungsi pelabuhan harus kembali sebagaimana mestinya, yaitu sebagai pusat kegiatan pelayanan pemerintahan dan pengusahaan perikanan berdasarkan Permen KP nomor 8 tahun 2012 tentang pelabuhan Perikanan. Kegiatan di luar dari pada itu tentu harus kami tata ulang,” kata Sila Botutihe.

Penertiban dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan humanis. DKP Provinsi Gorontalo melalui UPTD PPI Tenda, telah melakukan sosialisasi kepada pedagang telah dilaksanakan sejak 14 hingga 30 Maret 2025.

Hasilnya, para pedagang pada prinsipnya bersedia direlokasi, namun meminta waktu hingga satu minggu setelah Hari Raya Ketupat.

UPTD juga telah melakukan pendataan, memasang spanduk larangan, serta menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada para pedagang. Surat pernyataan kesediaan relokasi juga akan disiapkan dan nantinya ditandatangani oleh masing-masing pedagang.

Penertiban lokasi nantinya akan melibatkan Satpol PP Provinsi Gorontalo untuk pengamanan di lapangan. Pentingnya pendataan pedagang non-ikan yang transparan yang adil agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial tambah Biro Hukum.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa Gubernur telah memberikan arahan tegas agar penataan dilakukan segera, namun tetap mengedepankan komunikasi yang humanis dengan pedagang.

Di samping itu Pemprov Gorontalo juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo terkait kesiapan lokasi relokasi bagi pedagang tersebut.

Rapat lanjutan direncanakan bersama Pemerintah Kota Gorontalo pada 11 April 2025 sebagai tindak lanjut teknis agar penertiban berjalan tertib, lancar, dan tetap berpihak pada kepentingan bersama. (mcgorontaloprov/yanto)

Baca Lainnya

Indonesia Serukan Sinergi Energi di Forum Internasional

17 March 2026 - 07:02 WIB

Lebih dari Seribu Konsultasi Masuk, Layanan Aduan THR Kini Dibuka

17 March 2026 - 01:40 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Surabaya untuk Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

16 March 2026 - 09:55 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis