Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya perlindungan terhadap guru dan murid melalui pengembangan budaya sekolah aman. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh warga satuan pendidikan. Untuk itu, penguatan budaya sekolah aman dilakukan melalui peningkatan kesadaran seluruh pihak, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua, agar bersama-sama menciptakan iklim belajar yang positif dan saling menghormati.
Upaya ini juga mencakup penguatan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan perlindungan bagi korban. Selain itu, sekolah didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter, toleransi, dan empati dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas keseharian.
Kemendikdasmen menilai bahwa budaya sekolah aman tidak hanya berdampak pada keselamatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan perkembangan sosial peserta didik. Dengan lingkungan yang aman dan kondusif, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif, sehingga mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan ramah anak. Upaya ini diharapkan mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi guru dan murid, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Sumber: Infopublik.id
https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/955776/lindungi-guru-dan-murid-kemendikdasmen-perkuat-budaya-sekolah-aman











