Jakarta, Petik – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengintensifkan deteksi dini serta memperluas cakupan imunisasi campak guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Kemenkes menyampaikan bahwa campak masih berisiko menimbulkan penyebaran apabila cakupan imunisasi belum merata dan kewaspadaan dini tidak berjalan optimal. Karena itu, penguatan sistem surveilans dan pelaporan kasus terus dilakukan agar setiap indikasi kasus dapat segera direspons dengan cepat dan tepat.
Selain optimalisasi deteksi melalui fasilitas layanan kesehatan, pemerintah juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menyukseskan imunisasi rutin. Tingginya cakupan imunisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga mampu menekan penularan virus campak.
Dalam pelaksanaannya, Kemenkes berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi logistik, serta pelaksanaan imunisasi berjalan sesuai target. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi juga terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran serta mengurangi keraguan terhadap vaksin.
Kemenkes mengimbau para orang tua agar memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Deteksi dini terhadap gejala campak seperti demam tinggi, munculnya ruam, batuk, dan mata merah juga penting agar penanganan dapat dilakukan lebih awal dan mencegah penularan lebih luas.
Melalui penguatan deteksi dini dan peningkatan cakupan imunisasi, pemerintah berharap kasus campak dapat ditekan secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.





















