Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Sebut Harga Bahan Pokok di Pasar Banjarejo Bojonegoro Relatif Stabil Menjelang Hari Raya Idul Adha Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Turunnya Kemiskinan Ekstrem Jatim ke Angka 0,29 Persen Komdigi Pastikan Pengembangan AI di Indonesia Tetap Aman, Etis, dan Mendukung Inovasi Pemerintah Kucurkan Dana Riset untuk Dorong Inovasi Kampus Lebih Dekat dengan Dunia Industri Festival Keuangan JFF 2026 Dinilai Jadi Sarana Edukasi Publik di Tengah Perkembangan Teknologi Finansial Menaker Tekankan Pentingnya Implementasi SMK3 untuk Perlindungan Pekerja Indonesia

Hukum & Kriminal

Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua

badge-check


Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua Perbesar

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mengutuk keras penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua, yang menewaskan seorang guru dan melukai sejumlah tenaga kesehatan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (21/3/2025) ini disebutnya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang menghambat pembangunan di Papua.

“Dukacita mendalam saya sampaikan atas gugurnya guru di Papua akibat aksi tidak manusiawi ini. Serangan terhadap warga sipil, apalagi tenaga pendidik dan medis, adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Puan dalam keterangan resmi, Selasa (25/3/2025).

Korban tewas diidentifikasi sebagai Rosalia Rerek Sogen (29), guru sekolah dasar di Yahukimo. Sedikitnya 7 orang lainnya—guru dan tenaga kesehatan—mengalami luka berat-ringan. KKB juga membakar sejumlah rumah dan sekolah. Klaim bertanggung jawab datang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), meski data korban masih simpang siur (1 tewas vs 6-7 korban).

“Kami minta pemerintah memberikan kejelasan rinci soal korban dan penanganan pascaserangan,” imbuh Puan.

Sebanyak 46 guru dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Wamena dan Sentani pada Sabtu (22/3). Puan mendesak peningkatan pengamanan di daerah rawan konflik oleh TNI/Polri, serta pendekatan holistik lewat kombinasikan keamanan dengan program pemberdayaan masyarakat, juga dukungan psikososial untuk korban selamat dan keluarga korban tewas.

“Negara wajib menjamin keamanan warga, terutama di lokasi strategis seperti sekolah dan puskesmas,” tegasnya.

Puan menegaskan, masyarakat Papua berhak hidup tanpa ketakutan. Ia mendorong semua pihak mendukung perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

“Insiden ini harus jadi momentum memperkuat komitmen menciptakan Papua yang aman dan sejahtera,” tutup cucu Proklamator Bung Karno tersebut.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Ekosistem Ketenagakerjaan Jatim Makin Berkualitas Setelah Pengangguran Terus Menurun

23 May 2026 - 02:49 WIB

Pemerintah Dorong Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja Melalui Program Hilirisasi Nasional

21 May 2026 - 01:08 WIB

Di Hadapan Peserta PKN II dan Latsar CPNS, Gubernur Khofifah Ajak ASN Adaptif, Kolaboratif dan Berbasis Inovasi

19 May 2026 - 10:36 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan