Menu ✖

Dark Mode
Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang JATMAN Jombang Gelar Musyawarah Kubra Harlah ke-69 untuk Perkuat Konsolidasi Pengurus Gubernur Khofifah Ajak MUI Jatim Gunakan TI untuk Perluas Jangkauan Dakwah dan Sosialisasi Fatwa Perkuat Jatim Cerdas dan Jatim Harmoni, Biro Adpim Jatim Dorong Kolaborasi Pentahelix Pasca-Halaqah Santri Digital Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Hukum & Kriminal

Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua

badge-check


Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua Perbesar

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mengutuk keras penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua, yang menewaskan seorang guru dan melukai sejumlah tenaga kesehatan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (21/3/2025) ini disebutnya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang menghambat pembangunan di Papua.

“Dukacita mendalam saya sampaikan atas gugurnya guru di Papua akibat aksi tidak manusiawi ini. Serangan terhadap warga sipil, apalagi tenaga pendidik dan medis, adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Puan dalam keterangan resmi, Selasa (25/3/2025).

Korban tewas diidentifikasi sebagai Rosalia Rerek Sogen (29), guru sekolah dasar di Yahukimo. Sedikitnya 7 orang lainnya—guru dan tenaga kesehatan—mengalami luka berat-ringan. KKB juga membakar sejumlah rumah dan sekolah. Klaim bertanggung jawab datang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), meski data korban masih simpang siur (1 tewas vs 6-7 korban).

“Kami minta pemerintah memberikan kejelasan rinci soal korban dan penanganan pascaserangan,” imbuh Puan.

Sebanyak 46 guru dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Wamena dan Sentani pada Sabtu (22/3). Puan mendesak peningkatan pengamanan di daerah rawan konflik oleh TNI/Polri, serta pendekatan holistik lewat kombinasikan keamanan dengan program pemberdayaan masyarakat, juga dukungan psikososial untuk korban selamat dan keluarga korban tewas.

“Negara wajib menjamin keamanan warga, terutama di lokasi strategis seperti sekolah dan puskesmas,” tegasnya.

Puan menegaskan, masyarakat Papua berhak hidup tanpa ketakutan. Ia mendorong semua pihak mendukung perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

“Insiden ini harus jadi momentum memperkuat komitmen menciptakan Papua yang aman dan sejahtera,” tutup cucu Proklamator Bung Karno tersebut.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan