Menu

Dark Mode
Pelabuhan Hijau dan Cerdas Perkuat Daya Saing Logistik, Gubernur Khofifah Nyatakan Kesiapan Jawa Timur Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi Gubernur Khofifah Apresiasi Dukungan DPRD, Pengelolaan APBD Jatim 2025 Dinilai Transparan dan Akuntabel Pengukuhan MUI Jawa Timur Jadi Momentum Penguatan Sinergi Ulama dan Umara, Gubernur Khofifah Soroti Tantangan Sosial di Era Digital Gubernur Khofifah Sebut Salak Madu Wonoagung Berpotensi Menjadi Ikon Hortikultura Jawa Timur dengan Prospek Pasar yang Menjanjikan Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

Sosial & Budaya

Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Peran Muslimat NU dalam Membentuk Karakter Generasi Muda

badge-check


Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Peran Muslimat NU dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Perbesar

PP Muslimat NU Dukung Kebijakan Menkomdigi bagi Anak Usia Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Akses Sosial Media

JAKARTA, 8 MARET 2026 – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak  Ramadhan PP Muslimat NU yang diselenggarakan di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (7/3).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri jajaran pengurus serta jemaah Muslimat NU dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin yang terus menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok desa bahkan di berbagai negara menunjukkan besarnya kontribusi organisasi ini dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah kita dan menjadi jariyah kita. Bahwa ada organisasi yang bernama Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya ada di mana-mana, di pelosok desa, di gunung-gunung, bahkan juga di Jerman, Mesir, Jepang, dan berbagai negara lainnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa peran Muslimat NU tidak hanya berkontribusi bagi bangsa dan negara, tetapi juga dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.

Menurutnya, sebagai seorang ibu, anggota Muslimat NU memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter generasi muda sejak usia dini.

Sejalan dengan hal tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

"Untuk itu, kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai tanggal 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang  mengakses media sosial," ucapnya.

Khofifah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi adiksi gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan anak.

Ia menilai, tidak semua orang tua dapat terus-menerus memantau aktivitas digital anak-anaknya, sehingga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda.

Acara Peringatan Nuzulul Qur'an sekaligus penutupan pesantren Anak  ini berjalan khidmat dengan penampilan peserta dari Pesantren Ramadhan Anak. Dipimpin oleh cucu Khofifah, Aisyah Nabila, anak-anak itu menampilkan pembacaan sholawat serta lagu-lagu Islami.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Arifah Fauzi yang sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan apresiasinya atas pengabdian Khofifah. Pasalnya, arahan dan ide Ketua Dewan Pembina tersebut membawa manfaat bukan hanya untuk Muslimat NU namun juga masyarakat luas.

"Jika biasanya kita lihat kegiatan Pesantren Ramadhan buat anak-anak, ini adalah ide dari Ibu Khofifah yang kemudian kami sampaikan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kemudian disupport oleh 6 kementerian dan Menko PMK," tuturnya.

"Jadi ini disebarkan di seluruh Indonesia berkat inisiasi dan ide yang luar biasa dari Ibu Khofifah. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan ganjaran pahalanya, paling tidak ya karena ide-ide yang luar biasa," pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Pengukuhan MUI Jawa Timur Jadi Momentum Penguatan Sinergi Ulama dan Umara, Gubernur Khofifah Soroti Tantangan Sosial di Era Digital

14 July 2026 - 10:09 WIB

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya