Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Calon ASN Bangun Kepemimpinan yang Inovatif, Adaptif, dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Proyek Investasi Siap Tawar dan Iklim Usaha Kondusif untuk Menarik Investor ke Jawa Timur Dukung Pendataan Door to Door BPS, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 Inovasi E-Asesmen Berbasis STEAM Dorong Penguatan Multiliterasi Siswa di SMPN Ngusikan Jombang Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga

Berita

Khofifah: Pancasila Perkokoh Moral Bangsa di Tengah Gempuran Tantangan Zaman

badge-check


Khofifah: Pancasila Perkokoh  Moral Bangsa di Tengah Gempuran Tantangan Zaman Perbesar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan pentingnya memperkuat penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi ideologis bangsa di tengah derasnya tantangan internal dan global yang dihadapi Indonesia saat ini.

Dalam pernyataannya menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2025), Khofifah menegaskan bahwa tema nasional tahun ini, “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan panggilan sejarah untuk menjaga arah kebangsaan Indonesia agar tidak goyah di tengah gejolak zaman.

“Pancasila adalah kompas moral bangsa. Di saat dunia menghadapi disrupsi teknologi, krisis iklim, hingga polarisasi geopolitik, kita harus kembali ke akar nilai-nilai kebangsaan yang telah dirumuskan para pendiri bangsa,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulisnya di tengah tengah melaksanakan ibadah haji,  Minggu (1/6). 

Khofifah menyebut bahwa ancaman terhadap integritas bangsa tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Di antaranya adalah menguatnya sentimen identitas sempit, menurunnya literasi digital yang membuka ruang bagi hoaks dan disinformasi, serta meningkatnya jurang ketimpangan sosial.

“Pancasila bukan hanya ideologi negara, tapi kekuatan hidup. Ia membimbing kita dalam berbangsa, sekaligus memagari kita dari ekstremisme dan pragmatisme yang merusak tatanan nilai,” kata Khofifah.

Khofifah menilai, tantangan ideologis saat ini bersifat cair dan masif, termasuk dalam bentuk infiltrasi budaya global yang mengikis semangat gotong royong, serta menguatnya individualisme dan konsumerisme di kalangan generasi muda.

Untuk itu, Khofifah mendorong agar penguatan nilai-nilai Pancasila dilakukan secara sistematis, mulai dari pendidikan karakter di sekolah, narasi kebangsaan di ruang digital, hingga afirmasi terhadap kebijakan yang berkeadilan sosial.

“Kalau kita ingin menuju Indonesia Raya yang kita cita-citakan, kita harus mulai dari hal-hal yang paling mendasar: membangun keadilan, menghargai perbedaan, dan memperkuat solidaritas. Semua itu adalah ruh dari Pancasila,” tegasnya.

Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menekankan pentingnya peran kaum ibu dan generasi muda dalam mentransmisikan nilai-nilai kebangsaan dari rumah ke ruang-ruang publik.

“Pancasila bukan hanya urusan negara, tapi urusan setiap warga negara. Ia hidup di ruang keluarga, sekolah, tempat ibadah, bahkan di media sosial,” ujarnya.

Mengakhiri pernyataannya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak jemu-jemu merawat Indonesia dengan semangat kebangsaan, agar cita-cita besar bangsa ini bisa terus melaju, tidak hanya untuk menjadi kuat, tetapi juga bermartabat di mata dunia.

“Jayalah Pancasila, jayalah Indonesia,” pungkas Khofifah. 

Baca Lainnya

Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al-Akbar, Lepas Sambut 1 Muharram 1448 H Bersama Gubernur Khofifah

16 June 2026 - 12:46 WIB

Bantu Kelompok Rentan dan Dorong Ekonomi Desa, Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp32,16 Miliar ke Ngawi

7 June 2026 - 02:26 WIB

Bantu Kelompok Rentan dan Dorong Ekonomi Desa, Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp32,16 Miliar ke Ngawi

7 June 2026 - 02:25 WIB

Berita Populer di Berita