Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan Penanganan RTLH Jadi Prioritas, Gubernur Khofifah Maksimalkan Sinergi dan Verifikasi Penerima BSPS di Jatim Gubernur Khofifah Perkuat Transformasi Kawasan Kumuh melalui Permata Jatim, Sikawanku Jadi Basis Data dan Pengambilan Kebijakan Riset Stem Cell dan Kanker Terus Berkembang, Gubernur Khofifah Dorong Jawa Timur Bangun Ekosistem Inovasi Kesehatan Terintegrasi Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

Hukum & Kriminal

Konflik Pilkada Puncak Jaya Berakhir, Dua Kubu Sepakat Lakukan Perdamaian

badge-check


Konflik Pilkada Puncak Jaya Berakhir, Dua Kubu Sepakat Lakukan Perdamaian Perbesar

Jakarta – Dua kubu pendukung pasangan calon dalam Pilkada 2024 Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, akhirnya bersepakat untuk melakukan perdamaian setelah berbulan-bulan terlibat konflik pasca-pemilihan. Kesepakatan perdamaian Pilkada 2024 Puncak Jaya itu difasilitasi oleh pemerintah daerah bersama aparat keamanan.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare menyatakan bahwa proses perdamaian dilakukan melalui pendekatan dialog dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami telah mendatangi kedua kubu dan mendengarkan aspirasi mereka. Keduanya menyatakan komitmen untuk berdamai dan akan melaksanakan tradisi bela doli atau patah panah sebagai simbol perdamaian pada Sabtu (12/4/2025),” ujar Alfred melalui keterangan video, Jumat (11/4/2025).

Proses perdamaian itu turut melibatkan Danrem 173/PVB, Majelis Rakyat Papua (MRP), Forkopimda Kabupaten Puncak Jaya, serta tokoh agama dan adat. Meskipun kedua kubu telah berkomitmen untuk berdamai, aparat keamanan tetap akan melakukan pengamanan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Perwakilan dari kubu 01 menyatakan bahwa perdamaian ini penting untuk menciptakan situasi yang aman di Puncak Jaya. “Kami tidak ingin konflik berlanjut karena sudah banyak korban jiwa. Kami sepakat menyelesaikan masalah ini melalui adat dengan bela doli,” kata perwakilan kubu 01.

Pernyataan senada disampaikan oleh kubu 02 yang juga berkomitmen untuk mengakhiri konflik. “Kami sepakat berdamai dan tidak akan ada lagi permusuhan. Proses adat seperti memotong tali panah dan bela kayu doli akan dilaksanakan setelah ada kesepakatan waktu dari semua pihak,” tambah perwakilan kubu 02.

Konflik antara pendukung dua pasangan calon di Puncak Jaya telah berlangsung sejak November 2024 hingga awal April 2025, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan bangunan. Dengan kesepakatan perdamaian ini, diharapkan situasi di Puncak Jaya dapat kembali kondusif.

Baca Lainnya

Gebyar Seni Jadi Puncak Perpisahan Mahasiswa KPM 08 dan Warga Desa Pandanblole

8 August 2026 - 23:35 WIB

Investor Global Berebut Masuk Indonesia, Presiden Dorong Keterbukaan Data untuk Perkuat Kepercayaan Pasar

15 June 2026 - 05:54 WIB

Menkeu Purbaya Yakini DHE SDA Mampu Menjadi Pendorong Pertumbuhan Sektor Finansial Indonesia

2 June 2026 - 05:42 WIB

Berita Populer di Hukum & Kriminal