Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Isi Kemerdekaan dengan Prestasi, Inovasi, dan Karakter Kuat Dari Akses PTN hingga 45.839 Medali, Capaian Pendidikan Jatim Jadi Penguat Penghargaan Dwija Praja Nugraha Gubernur Khofifah Dorong Ma’had Aly Nurul Cholil Naik ke Marhalah Tsaniyah dan Tsalisah Puluhan Ribu Masyarakat Bersholawat di Grahadi, Gubernur Khofifah: Mari Kita Jaga Indonesia dan Kuatkan Persatuan Gebyar Seni Jadi Puncak Perpisahan Mahasiswa KPM 08 dan Warga Desa Pandanblole Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

Politik & Pemerintahan

KPK Tahan Empat Tersangka Baru dalam Kasus Suap Proyek PUPR OKU

badge-check


KPK Tahan Empat Tersangka Baru dalam Kasus Suap Proyek PUPR OKU Perbesar

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperkuat proses penegakan hukum dengan menahan empat tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi suap pengaturan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tahun anggaran 2024–2025. Penambahan tersangka ini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan atas operasi tangkap tangan yang sebelumnya dilakukan KPK.

“Empat tersangka yang kini ditahan yakni PW, Wakil Ketua DPRD OKU 2024–2029; RV, Anggota DPRD OKU 2024–2029; AT alias AG; serta MSB, seorang wiraswasta. Keempatnya ditahan untuk 20 hari pertama mulai 20 November hingga 9 Desember 2025 di Rutan KPK Cabang Merah Putih,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Selasa (25/11/2025).

Asep menjelaskan bahwa penyidikan mengarah pada adanya persekongkolan antara unsur legislatif, eksekutif, dan pihak swasta dalam penentuan anggaran proyek di Dinas PUPR OKU.

“Kepala Dinas PUPR OKU, NOP, diduga mengatur jatah pada sembilan proyek pembangunan, dengan pembagian komitmen fee 22 persen: 20 persen untuk sejumlah anggota DPRD, dan dua persen untuk pejabat Dinas PUPR,” paparnya.

Dalam konstruksi perkara, AT alias AG bersama MFZ, MSB, dan ASS diduga sebagai pemberi suap kepada pejabat terkait. Sementara PW dan RV diduga menerima suap bersama NOP, FJ, MFR, dan UM yang kini telah lebih dulu diproses dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dengan penahanan terbaru, KPK telah menetapkan total 10 tersangka dalam perkara ini. Enam tersangka sebelumnya—FJ, MFR, NOP, UM, MFZ, dan ASS—telah lebih dulu diadili, menandakan bahwa perkara ini mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan banyak aktor kunci dalam proses anggaran publik di daerah.

Untuk para pemberi suap, yaitu AT alias AG dan MSB, KPK menjerat dengan: Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 jo. UU 20/2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk PW dan RV sebagai penerima suap, sangkaan yang dikenakan adalah: Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 jo. UU 20/2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan