Jakarta — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia. Penanganan sampah dinilai tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah.
Kemendagri menilai permasalahan sampah bersifat lintas wilayah, mulai dari produksi, pengangkutan, hingga pengolahan akhir. Oleh karena itu, kerja sama antar kabupaten/kota bahkan lintas provinsi menjadi kebutuhan mendesak agar penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengelolaan sampah secara bersama. Pendekatan kolaboratif dinilai mampu menekan biaya, meningkatkan efisiensi, serta memperluas dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain kolaborasi antar daerah, Kemendagri juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Edukasi publik dan perubahan perilaku dinilai sebagai faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi sinergi antar daerah dalam pengelolaan sampah. Dengan kerja sama yang kuat, persoalan sampah diharapkan dapat ditangani secara lebih komprehensif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lingkungan hidup.











