Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia bertemu dengan Duta Besar Yaman untuk membahas perkembangan stabilitas kawasan Timur Tengah serta upaya perlindungan terhadap sekitar 7.000 pelajar Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan di Yaman. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama dan koordinasi antarnegara dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri.
Dalam pertemuan itu, Menteri Agama menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelajar Indonesia menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menyampaikan pentingnya pertukaran informasi dan koordinasi yang intensif guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari dinamika situasi kawasan.
Menag juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau kondisi pelajar Indonesia di Yaman, khususnya yang menempuh pendidikan keagamaan. Langkah-langkah perlindungan, termasuk komunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan para pelajar tetap berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, Duta Besar Yaman menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap warganya yang berada di Yaman. Ia menegaskan komitmen pemerintah Yaman untuk terus menjaga keamanan serta memberikan dukungan bagi pelajar asing, termasuk mahasiswa asal Indonesia.
Selain membahas perlindungan pelajar, pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas kawasan sebagai prasyarat bagi keberlanjutan kerja sama di bidang pendidikan dan sosial-keagamaan. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama demi kepentingan bersama.
Pemerintah Indonesia berharap dialog dan koordinasi yang terjalin dapat memberikan kepastian dan rasa aman bagi para pelajar Indonesia di Yaman, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Yaman.











