Menu ✖

Dark Mode
Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo Gubernur Khofifah Sapa Warga Paciran Lamongan dan Serahkan Bantuan Pangan Gratis di Pasar Murah ke-220 Gubernur Khofifah Hadir Langsung di Pronojiwo Lumajang, Serahkan Santunan dan Bantuan Renovasi Rumah Terdampak Longsor

Sosial & Budaya

Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus

badge-check


Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus Perbesar

Jakarta, Petik — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global yang sedang transisi dari fase La Niña ke fase Netral dan potensi memasuki fase El Niño pada pertengahan tahun, yang mempercepat berakhirnya musim hujan dan memasuki cuaca kering.

Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau diperkirakan akan mulai terasa pada April 2026 di beberapa wilayah, kemudian meluas secara bertahap hingga Mei dan Juni, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di mayoritas daerah. Perubahan arah angin monsun dari Monsun Asia ke Monsun Australia menjadi salah satu indikator awal datangnya musim kering ini.

BMKG mencatat bahwa beberapa Zona Musim (ZOM) di Indonesia sudah menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau lebih awal, terutama di wilayah pesisir utara Jawa, sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi. Tren ini mengindikasikan bahwa musim kemarau kali ini akan lebih panjang dari periode normalnya, sehingga masyarakat dan sektor terkait perlu mempersiapkan langkah antisipatif, terutama dalam pengelolaan air, pertanian, serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG juga mengingatkan meskipun musim kemarau akan segera datang, fenomena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi selama masa peralihan, sehingga masyarakat perlu tetap waspada terhadap perubahan kondisi iklim yang bisa terjadi secara cepat.

📌 Sumber Berita: Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

4 November 2026 - 08:23 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI

4 November 2026 - 01:41 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo

3 November 2026 - 12:47 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya