Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Sosial & Budaya

Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus

badge-check


Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus Perbesar

Jakarta, Petik — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global yang sedang transisi dari fase La Niña ke fase Netral dan potensi memasuki fase El Niño pada pertengahan tahun, yang mempercepat berakhirnya musim hujan dan memasuki cuaca kering.

Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau diperkirakan akan mulai terasa pada April 2026 di beberapa wilayah, kemudian meluas secara bertahap hingga Mei dan Juni, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di mayoritas daerah. Perubahan arah angin monsun dari Monsun Asia ke Monsun Australia menjadi salah satu indikator awal datangnya musim kering ini.

BMKG mencatat bahwa beberapa Zona Musim (ZOM) di Indonesia sudah menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau lebih awal, terutama di wilayah pesisir utara Jawa, sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi. Tren ini mengindikasikan bahwa musim kemarau kali ini akan lebih panjang dari periode normalnya, sehingga masyarakat dan sektor terkait perlu mempersiapkan langkah antisipatif, terutama dalam pengelolaan air, pertanian, serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG juga mengingatkan meskipun musim kemarau akan segera datang, fenomena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi selama masa peralihan, sehingga masyarakat perlu tetap waspada terhadap perubahan kondisi iklim yang bisa terjadi secara cepat.

📌 Sumber Berita: Infopublik.id

Baca Lainnya

Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial

11 April 2026 - 12:06 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria

11 April 2026 - 02:36 WIB

Pemerintah Libatkan Ormas dan Kampus dalam Program Wakaf

11 April 2026 - 00:56 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya