Jakarta, Petik – Menteri Kebudayaan (Menbud) dan Menteri Pariwisata (Menpar) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan serta pemanfaatan cagar budaya sebagai strategi mendorong pertumbuhan pariwisata nasional. Sinergi ini dinilai krusial agar upaya pelestarian warisan budaya dapat berjalan selaras dengan pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan bahwa cagar budaya merupakan aset bangsa yang memiliki nilai sejarah, edukasi, sekaligus potensi ekonomi. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara terintegrasi sehingga kelestarian nilai budaya tetap terjaga dan pada saat yang sama mampu memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.
Kerja sama lintas kementerian diarahkan pada penguatan tata kelola, promosi terpadu, serta pengembangan destinasi berbasis warisan budaya. Dengan manajemen yang profesional dan berorientasi jangka panjang, situs cagar budaya diharapkan mampu menjadi daya tarik unggulan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Menbud menekankan bahwa prinsip pelestarian tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pemanfaatan cagar budaya. Konservasi, perawatan, dan pengamanan situs harus berjalan seiring dengan strategi pengembangan pariwisata agar keaslian dan integritas sejarahnya tetap terjaga.
Sementara itu, Menpar menyampaikan bahwa optimalisasi cagar budaya sebagai destinasi wisata akan memperkaya ragam atraksi berbasis kearifan lokal. Langkah ini sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sejarah dan budaya yang beragam.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan implementasi program berjalan efektif. Promosi terpadu, peningkatan aksesibilitas, serta penguatan amenitas di sekitar kawasan cagar budaya menjadi bagian dari strategi yang disiapkan.
Melalui sinergi ini, pemerintah berharap pengelolaan cagar budaya tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.



















