Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis TNI-Polri Bergerak Pulihkan Keamanan Pascaaksi Anarkis Kemkomdigi Pastikan tidak Ada Pembatasan Media Sosial selama Aksi Unjuk Rasa Pemimpin yang Menyapa: Khofifah Dengar Keluhan Rakyat dan Janjikan Solusi Gerakan Pangan Murah Direspon Khofifah dengan Jaminan Harga Terjangkau di Pasar Tradisional ICMI Jombang Mendesak Kapolri Mundur dan Tuntut Keadilan bagi Korban Aksi Demonstrasi Nasional

Politik & Pemerintahan

Pemerintah Luncurkan Implementasi Digital Public Infrastructure (DPI), Fokus Digitalisasi Bansos dan Perizinan Usaha

badge-check


					Pemerintah Luncurkan Implementasi Digital Public Infrastructure (DPI), Fokus Digitalisasi Bansos dan Perizinan Usaha Perbesar

Jakarta – Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah resmi menggelar rapat perdana yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025, sekaligus menandai dimulainya langkah konkret memperkuat fondasi Indonesia menuju pemerintahan digital yang inklusif, efisien, transparan, dan berdaulat.

Rapat digelar bersama kementerian dan lembaga terkait, dihadiri oleh Menteri PANRB, Menteri Sosial, Menteri Bappenas, Menteri Komunikasi dan Digital, Kepala BPS, Kepala BSSN, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri BUMN, Wakil Menteri Sekretaris Negara, serta Bupati Banyuwangi.
Kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini menegaskan komitmen untuk menanggalkan ego sektoral dan bekerja bersama demi keberhasilan transformasi digital nasional.
Mandat percepatan transformasi digital pemerintahan pertama kali diberikan presiden sekitar tujuh bulan lalu. Menindaklanjuti arahan tersebut, tim kecil dibentuk untuk mendalami strategi digitalisasi yang dapat dijalankan.
Agenda Komite akan difokuskan pada tiga use case utama, yakni digitalisasi program bantuan sosial, digitalisasi perizinan usaha, dan peningkatan integrasi komponen Digital Public Infrastructure (DPI).
Banyuwangi akan menjadi laboratorium uji coba (piloting project) penerapan teknologi pemerintahan digital dalam program bantuan sosial.
Sistem itu dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran dengan menurunkan inclusion dan exclusion error, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta memungkinkan masyarakat melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri melalui aplikasi. Proses back end nantinya akan berjalan otomatis dengan verifikasi data lintas lembaga, mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BI–Himbara,  Kementerian ATR/BPN, hingga Samsat.
“Digitalisasi bansos ini bukan hanya soal transparansi, tapi juga akan memungkinkan pemerintah melakukan penghematan anggaran yang signifikan karena penyaluran bantuan menjadi jauh lebih tepat sasaran,” tegas Luhut Pandjaitan.
Dalam pelaksanaannya, prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan data ditegaskan sebagai fondasi agar data bangsa tetap berada di dalam negeri dan dikelola secara aman. Komite juga akan menggelar rapat rutin setiap bulan untuk memastikan semua program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata.
“Banyak mimpi yang kita gantungkan dari percepatan transformasi digital pemerintahan ini. Dengan kerja sama lintas kementerian dan lembaga serta pemanfaatan teknologi terkini, kita ingin menghadirkan pemerintahan yang lebih transparan, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Luhut.
Kick off rapat itu menandai dimulainya babak baru digitalisasi pemerintahan Indonesia sebuah langkah penting menuju pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan.

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis

30 August 2025 - 14:10 WIB

TNI-Polri Bergerak Pulihkan Keamanan Pascaaksi Anarkis

30 August 2025 - 14:07 WIB

Kemkomdigi Pastikan tidak Ada Pembatasan Media Sosial selama Aksi Unjuk Rasa

30 August 2025 - 14:06 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan