Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Sosial & Budaya

Pemerintah Perkuat Pemberdayaan dan Ekonomi Desa demi Menekan Jumlah Desa Tertinggal di Indonesia

badge-check


Pemerintah Perkuat Pemberdayaan dan Ekonomi Desa demi Menekan Jumlah Desa Tertinggal di Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus mengurangi jumlah desa tertinggal di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan guna mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat agar pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Saat ini masih terdapat ribuan desa yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar, akses layanan pendidikan dan kesehatan, hingga peluang pengembangan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus menghadirkan program pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat desa.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal. Berbagai BUMDes di sejumlah daerah telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, bahkan mampu menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah setiap tahun serta memasarkan produk unggulan desa ke pasar internasional.

Selain penguatan BUMDes, Kemendes PDT juga mendorong keterlibatan desa dalam berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, ratusan BUMDes telah berpartisipasi sebagai pemasok bahan baku untuk mendukung program tersebut, sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat desa.

Pemerintah meyakini bahwa penguatan ekonomi desa merupakan salah satu kunci utama untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Dengan meningkatnya produktivitas dan kemandirian ekonomi desa, kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh secara lebih merata dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang semakin luas serta penguatan berbagai program pemberdayaan masyarakat, Kemendes PDT optimistis desa-desa di Indonesia mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Sumber: InfoPublik.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa

12 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya