Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Isi Kemerdekaan dengan Prestasi, Inovasi, dan Karakter Kuat Dari Akses PTN hingga 45.839 Medali, Capaian Pendidikan Jatim Jadi Penguat Penghargaan Dwija Praja Nugraha Gubernur Khofifah Dorong Ma’had Aly Nurul Cholil Naik ke Marhalah Tsaniyah dan Tsalisah Puluhan Ribu Masyarakat Bersholawat di Grahadi, Gubernur Khofifah: Mari Kita Jaga Indonesia dan Kuatkan Persatuan Gebyar Seni Jadi Puncak Perpisahan Mahasiswa KPM 08 dan Warga Desa Pandanblole Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

Politik & Pemerintahan

RI Buka Peluang Kerja Sama Daging Halal dengan Mongolia

badge-check


RI Buka Peluang Kerja Sama Daging Halal dengan Mongolia Perbesar

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membuka peluang kerja sama perdagangan terkait ekspor daging halal dari Mongolia ke Indonesia.

“Telah disebutkan sebelumnya bahwa industri halal merupakan peluang yang cukup besar bagi kita untuk berkolaborasi,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kemlu RI, Dyah Lestari Asmarani, melalui keterangan resmi, dalam forum bisnis bertajuk “Expanding Horizons in Trade and Investment”, yang diselenggarakan KBRI Beijing, Tiongkok serta dihadiri pejabat pemerintahan, kamar dagang dan industri serta para pengusaha Mongolia di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (19/11/2025).

Dalam hal hubungan perdagangan, Dyah menyebutkan Indonesia dan Mongolia memiliki banyak potensi yang belum dioptimalkan.  “Angka ekspor dan impor Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, yang penting bagi kita adalah bagaimana kita dapat mengeksplorasi lebih lanjut potensi kerja sama di masa depan, seperti bagaimana memaksimalkan diversifikasi ekspor, menawarkan peluang untuk barang-barang industri, atau mengimpor barang-barang yang terutama didorong oleh komoditas mineral, energi, dan logistik,” ungkap Dyah.

Adapun, Dyah mengatakan, Mongolia kaya akan tembaga, batu bara, mineral tanah jarang, emas, dan uranium sementara Indonesia kuat dalam teknologi pertambangan, jasa teknik pertambangan, dan manufaktur alat berat. “Jadi, peluangnya adalah bagaimana perusahaan pertambangan Indonesia juga dapat berkolaborasi dengan mitra mereka di Mongolia dalam hal peralatan dan jasa untuk melakukan usaha patungan atau kolaborasi lain dengan standar pertambangan berkelanjutan,” kata Dirjen Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kemlu RI.

Kolaborasi lain yang juga bisa dilakukan RI dan Mongolia adalah di bidang pengembangan energi terbarukan, ketahanan pangan hingga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.  “Misalnya kita dapat memiliki semacam kolaborasi dalam program pertukaran pelajar dengan pelatihan khusus untuk insinyur Mongolia, begitu pula sebaliknya untuk Indonesia, bisa ada pusat penelitian bersama tentang pertambangan berkelanjutan,” ungkap Dyah.

Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Nasional Mongolia (MNCCI) Saruul Bulgan dalam acara yang sama mengatakan Mongolia sedang melakukan diversifikasi ekspor di luar produk tambang yang masih menjadi produk ekspor utama negara tersebut, yaitu sebesar USD14,7 miliar atau 92,8 persen dari total ekspor pada 2024.  “Kami ingin melakukan diversifikasi yaitu dengan mengekspor kasmir, daging, buah dan kacang-kacangan, makanan, wol, hingga kulit,” kata Saruul.

Mongolia, kata Saruul, punya 58 juta ekor ternak dengan terbanyak adalah domba (24,5 juta ekor), kambing (22,9 juta ekor), sapi (5,1 juta ekor), kuda (4,7 juta ekor) dan unta (0,5 juta ekor).

Dari jumlah tersebut dihasilkan daging ternak sebesar 450 ribu ton dan sebanyak 48 ribu ton diekspor ke China (61 persen), Iran (32 persen) dan 7 persen ke negara lainnya.  “Kami sangat membutuhkan asistensi mengenai daging halal di Indonesia dan karena itu kami yakin butuh Kedutaan Besar Indonesia di Mongolia,” tambah Saarul.

Pemerintah Indonesia memang mewajibkan daging impor untuk memiliki sertifikasi halal, yang membuktikan bahwa produk tersebut memenuhi aturan hukum Islam.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan