Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar Menko Pangan Soroti Peran Energi dalam Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Peran Industri Lokal di Sektor Semikonduktor Momentum Koreksi IHSG untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Daerah

TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa

badge-check


TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa Perbesar

Sumenep – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumenep melakukan kegiatan monitoring ke TPPS di tingkat kecamatan dan desa untuk mempercepat penurunan angka stunting atau tengkes.

Kegiatan ini berlangsung pada Maret 2025 di tujuh kecamatan yang direncanakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ida Winarni, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan.

“Selain itu, monitoring juga bertujuan untuk melihat peran serta fungsi masing-masing pihak yang terlibat serta mengidentifikasi hambatan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” katanya, Jumat (21/3/2025).

Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi kelompok yang melibatkan berbagai stakeholder, di antaranya Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Ketua TP-PKK Kecamatan, Penyuluh KB, Ketua TP-PKK Desa/Kelurahan, Pendamping PKH, Pendamping Desa, Bidan Koordinator, Pj Gizi, dan Kader Pembangunan Manusia.

“Diskusi kelompok terarah ini bertujuan untuk memberikan gambaran utuh mengenai pelaksanaan percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan,” terang Ida Winarni.

Ida juga menambahkan bahwa, melalui diskusi ini, diharapkan solusi atas kendala yang ada dapat ditemukan, dengan mengupayakan strategi-strategi bersama melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antar semua pihak terkait.

Diharapkan, melalui kegiatan monitoring ini, program penurunan stunting di Kabupaten Sumenep dapat lebih efektif dan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, baik pada tahun ini maupun tahun-tahun mendatang.

Kegiatan monitoring ini telah dilaksanakan di tujuh kecamatan pada Maret 2025, yaitu Kecamatan Batuan, Lenteng, Kota Sumenep, Ganding, Talango, Batuputih, dan Batang-Batang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan kesehatan anak dan ibu tetap terjaga, serta mencapai target penurunan stunting yang lebih baik.

Baca Lainnya

BNPB Pastikan Pemulihan Jalan Berjalan, Kesiapan Sekolah Jadi Prioritas

27 December 2025 - 04:15 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Menahan Euforia Kembang Api, Pilih Doa Bersama Sambut 2026 sebagai Simbol Solidaritas Kemanusiaan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem

26 December 2025 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Khofifah Sebut Festival TIK Jatim 2025 sebagai Mesin Penggerak Transformasi Pendidikan.

16 December 2025 - 03:45 WIB

Berita Populer di Daerah