Menu

Dark Mode
Gelar Pasar Murah di Ngawi, Gubernur Khofifah Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Internasional Bersama Eurasia untuk Mendukung Infrastruktur Rendah Emisi dan Berkelanjutan Menaker Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Tata Kelola untuk Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adaptif Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

Berita

Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Menahan Euforia Kembang Api, Pilih Doa Bersama Sambut 2026 sebagai Simbol Solidaritas Kemanusiaan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem

badge-check


Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Menahan Euforia Kembang Api, Pilih Doa Bersama Sambut 2026 sebagai Simbol Solidaritas Kemanusiaan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem Perbesar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026.

Sebagai gantinya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh daerah di Jawa Timur untuk menggelar doa bersama secara khidmat, sebagai bentuk refleksi, harapan, dan permohonan keselamatan bagi bangsa dan negara.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai wujud empati dan solidaritas atas musibah bencana banjir bandang yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menimbulkan korban jiwa serta dampak sosial yang luas.

“Pergantian tahun 2025 – 2026  sepatutnya kita maknai dengan keprihatinan dan doa bersama. Saudara-saudara kita di beberapa daerah sedang mengalami duka dan ujian berat akibat bencana. Sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian,” ujar Khofifah.

Menurutnya, doa bersama menjadi simbol kebersamaan nasional, sekaligus momentum memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan spiritualitas dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca pada akhir tahun masih berpotensi ekstrem, sehingga pergantian tahun lebih tepat diisi dengan doa dan refleksi bersama.

Sebagaimana prediksi BMKG bahwa puncak hujan pada Desember 2025 di Jawa Timur mencapai 20 persen. Sedangkan Januari 2026 mencapai 58 persen dan Februari 2026 mencapai 22 persen. 

Gubernur Khofifah berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan doa bersama tersebut.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan doa, harapan, dan kepedulian. Semoga bangsa Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” pungkasnya. (*)

Baca Lainnya

​Roushon Fikr Jombang Salurkan 960 Paket Qurban Ramah Lingkungan Berlapas Daun Jati

30 May 2026 - 11:53 WIB

Gandeng BCA dan BPKH, LAZISNU Jombang Sukses Gelar Program “Qurban Berdampak”

29 May 2026 - 03:03 WIB

Jombang Siapkan 15 Masjid Ramah Pemudik untuk Arus Mudik 2026

18 March 2026 - 11:44 WIB

Berita Populer di Berita