Menu

Dark Mode
Rakor Kemendagri Bahas Digitalisasi Bansos, Gubernur Khofifah Dorong Penambahan Daerah Piloting Gubernur Khofifah: Pasar Murah Jadi Langkah Nyata Menekan Inflasi, Menjaga Pasokan Pangan, dan Membantu Masyarakat Gubernur Khofifah Dorong PELITA ASN Menjadi Model Pendampingan Keluarga Aparatur yang Preventif, Solutif, dan Terintegrasi Wapres Gibran Beri Apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas Konsistensi Jawa Timur Menjadi Penggerak Ekonomi dan Lumbung Pangan Indonesia Peringati Harganas Ke-33, Gubernur Khofifah Dorong Pengasuhan Kolaboratif Ayah dan Ibu untuk Wujudkan Ketahanan Keluarga Gubernur Khofifah Dorong Optimalisasi Teknologi Inseminasi Buatan dan Bibit Unggul untuk Percepat Swasembada Daging Nasional

Ekonomi & Bisnis

Wamendagri Bima Arya: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kebangkitan Ekonomi Daerah

badge-check


Wamendagri Bima Arya: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kebangkitan Ekonomi Daerah Perbesar

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memacu kebangkitan perekonomian di daerah. Pasalnya, penerapan kebijakan ini akan melibatkan peran berbagai pihak di daerah, seperti pengusaha lokal, vendor, petani, hingga pihak-pihak yang mengurusi ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan Bima kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (20/1/2025).

Menurut Bima, pemerintah daerah (Pemda) memiliki antusiasme tinggi dalam menyambut kebijakan MBG. Bahkan, daerah-daerah dengan kapasitas fiskal kuat, seperti Kabupaten Badung, Bali, memungkinkan pengalokasian anggaran untuk kebijakan tersebut didominasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena ada beberapa model kemitraan dengan Badan Gizi Nasional, beberapa model, nanti model yang mana, silakan diarahkan ke situ. Karena ujung-ujungnya bukan saja untuk kesehatan dan kesejahteraan, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dia menambahkan, implementasi program MBG bergantung pada kapasitas fiskal di daerah. Jika daerah tersebut kuat, maka pemerintah pusat mempersilakan agar program direalisasikan melalui anggaran yang bersumber dari APBD. Sebaliknya, apabila daerah tersebut memiliki kapasitas fiskal lemah, maka pemerintah pusat akan membantu pelaksanaan program tersebut melalui skema subsidi.

“Karena bagaimanapun, daerah kan juga punya prioritas juga. Daerah kan juga punya kebutuhan pembangunan juga,” imbuhnya.

Bima menekankan, pemerintah pusat sangat memahami situasi dan kondisi di daerah. Apalagi sejak semangat otonomi daerah diterapkan oleh Pemda.

“Dalam era otonomi daerah ini ada prioritas daerah, ada visi misi kepala daerah yang harus dilakukan sinkronisasi,” tandasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Pasar Murah Jadi Langkah Nyata Menekan Inflasi, Menjaga Pasokan Pangan, dan Membantu Masyarakat

30 June 2026 - 07:37 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Optimalisasi Teknologi Inseminasi Buatan dan Bibit Unggul untuk Percepat Swasembada Daging Nasional

29 June 2026 - 01:43 WIB

Tinjau Distribusi BBM di Malang, Gubernur Khofifah Pastikan Ketersediaan Biosolar dan Penguatan Sistem Koordinasi Energi

28 June 2026 - 09:57 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis