Menu

Dark Mode
Pemprov Jatim Tegaskan Peserta yang Mengikuti Prosedur Jalan Sehat Telah Menerima Kupon dan Paket Makanan Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gubernur Khofifah Dorong Budaya Tolong-Menolong sebagai Fondasi Kesalehan Sosial Sambut 1 Muharram 1448 H, Gubernur Khofifah Gelar Jalan Sehat dan Siapkan 20 Ribu Kupon Doorprize untuk Masyarakat Investor Global Berebut Masuk Indonesia, Presiden Dorong Keterbukaan Data untuk Perkuat Kepercayaan Pasar Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah Pemerintah Perkuat Sinergi dengan Pesantren untuk Membangun Desa yang Maju dan Berkarakter

Daerah

Generasi Muda Harus Teladani Keberanian Gubernur Soerjo, Pesan Gubernur Khofifah Saat Ziarah di Magetan

badge-check


Generasi Muda Harus Teladani Keberanian Gubernur Soerjo, Pesan Gubernur Khofifah Saat Ziarah di Magetan Perbesar

Menjelang peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional sekaligus Gubernur Pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario (RMTA) Soerjo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Minggu (5/10).

Upacara ziarah diawali dengan pembacaan singkat riwayat perjuangan dan pengabdian RMTA Soerjo semasa hidupnya. Bertindak sebagai pimpinan ziarah, Gubernur Khofifah memimpin prosesi penghormatan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di pusara sang pahlawan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah berharap, momen ziarah makam RMTA Soerjo memberikan pesan bagi masyarakat agar meneladani perjuangan para pahlawan yang telah mendedikasikan hidup dan nyawa untuk negeri. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan RMTA Soerjo. 

"Khususnya bagj generasi muda di wilayah Magetan dan Jawa Timur untuk meneruskan perjuangan Gubernur Soerjo yang merupakan seorang Pahlawan Nasional," tandasnya. 

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa ziarah makam RMTA Soerjo menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh.”

Menurutnya, tema tersebut memiliki makna mendalam di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Jawa Timur terus menunjukkan ketangguhannya dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas rata-rata nasional.

Hingga semester I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23 persen, sedangkan nasional 5,12 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, pemerintah kabupaten/kota, dan dukungan penuh Forkopimda.

Ia menambahkan, capaian tersebut tak lepas dari pondasi kuat yang telah dibangun oleh para pendiri Jawa Timur, terutama Gubernur Soerjo, yang telah menanamkan nilai-nilai ketangguhan, keberanian, dan dedikasi untuk negeri.

“Kita semua punya tugas menyampaikan terima kasih kepada para pendahulu, terutama Gubernur pertama Jawa Timur yang telah membangun fondasi kokoh bagi ketangguhan Jawa Timur. Dari ketangguhan inilah kini kita berjuang mewujudkan Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa semangat Gerbang Baru Nusantara diwujudkan melalui pembangunan konektivitas antara wilayah barat dan timur Indonesia. Dari 32 jalur tol laut, sudah ada 21 yang melalui pelabuhan Tanjung perak. 

"Keterhubungan Indonesia barat dan timur bisa diwujudkan bersama-sama diikuti kualitas SDM yang luar biasa," tuturnya. 

Sementara itu, perwakilan keluarga besar Gubernur Soerjo sekaligus cucu keponakan, Muries Subiyantoro mengapresiasi Provinsi Jatim yang sejak tahun 2019 melaksanakan upacara dan ziarah di makam RMTA Soerjo. 

"Hal ini membuktikan perhatian pemerintah kepada jasa pahlawan. Semoga Kegiatan ini terus berlangsung siapapun gubernurnya," ungkapnya.

Menurut Subiyantoro, cukup banyak makna yang dipetik dari RMTA Soerjo, salah satunya meneladani kepahlawanan gubernur Soerjo dalam memimpin provinsi Jatim pasca kemerdekaan. Mengingat beliau merupakan sosok pemimpin utama pertempuran 10 November 1945. 

"Dalam pidato keramatnya pukul 11 malam, beliau mengatakan lebih baik hancur daripada dijajah kembali. Bayangkan jika seandainya beliau di tanggal 9 atau 10 November 1945 menyerah kepada Inggris, makna kemerdekaan Indonesia tidak ada artinya," katanya. 

Refleksi peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur ke 80, Subiyantoro mengatakan jasa-jasa beliau sebagai gubernur pertama di Jatim pasca kemerdekaan terus dijaga. Mengingat keberanian membela bangsa dan tanah air serta berani mati membela tanah airnya sendiri. 

"Yang baik kita ambil, yang buruk kita tinggalkan. Semangat perjuangan beliau harus dipertahankan untuk Indonesia yang lebih baik dan maju ke depannya khususnya mensejahterakan Provinsi Jatim," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Gubernur Soerjo menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada periode tahun 1945-1948. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Bupati Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943. Selain itu, beliau juga merupakan Pahlawan Nasional.

Selanjutnya sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Khofifah menyerahkan tali asih kepada lima ahli waris keluarga RMTA Soerjo sebanyak 5 orang, berupa uang tali asih sebesar Rp. 3.000.000, 1 Dinner Set dan Paket Sembako. Kemudian di akhir rangkaian acara, Gubernur Khofifah juga menyerahkan paket sembako kepada total 500 orang masyarakat di sekitar makam RMTA Soerjo. 

 

Baca Lainnya

Idul Adha 1447 H: BAZNAS Jombang Berbagi Kebahagiaan Qurban untuk Warga Pinggiran

28 May 2026 - 16:08 WIB

Sowan Masyayikh Thariqah Jadi Langkah JATMAN Jombang Perkuat Pembinaan Akhlak dan Nilai Kebangsaan

12 May 2026 - 05:57 WIB

Sowan Masyayikh Thariqah, JATMAN Jombang Tegaskan Komitmen Menjaga Tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah dan Peran Sosial Keumatan

4 April 2026 - 02:37 WIB

Berita Populer di Keagamaan