Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Hadiri Dharma Shanti Nyepi, Dorong Semangat Toleransi dan Persaudaraan Gubernur Khofifah Pilih Sapi Belgian Blue Unggulan, Dorong Peternak Jatim Tembus Pasar Global Gubernur Khofifah Haru di Hardiknas, Siswa Sekolah Rakyat Mojokerto Tunjukkan Prestasi Gemilang Gubernur Khofifah Tegaskan Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah dan Siap Suplai Antar Daerah Strategi MBG 3B Diperkuat untuk Tekan Angka Stunting Nasional Investasi Digital Didorong, Perlindungan Data Pribadi Diperkuat

Ekonomi & Bisnis

Dual Growth Strategy Pertamina: Kunci Ketahanan Energi dan Dukungan untuk Asta Cita

badge-check


Dual Growth Strategy Pertamina: Kunci Ketahanan Energi dan Dukungan untuk Asta Cita Perbesar

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menggencarkan dual growth strategy, yakni memaksimalkan bisnis yang sudah ada, seperti minyak dan gas bumi (migas), serta mengembangkan bisnis transisi energi menuju rendah karbon, sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo, Pertamina berkomitmen mendukung kemandirian pangan, energi, dan air. Kami menjalankan strategi dual growth. Pertama, memaksimalkan bisnis eksisting, kedua, mengembangkan bisnis rendah karbon,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, melalui keterangan resmi, Selasa (7/10/2025).

Simon menegaskan pada sisi bisnis eksisting, Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas melalui berbagai inovasi teknologi, terutama pada sumur-sumur yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi, subholding upstream (hulu) Pertamina.

Lebih lanjut, Pertamina juga memperkuat bisnis hilir. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan efisiensi kilang, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang ditargetkan beroperasi pada November 2025. “Proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan produk berkualitas tinggi setara standar Euro 5, dan mengurangi ketergantungan impor BBM,” kata Simon Mantiri.

Pertamina juga terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon. Salah satunya melalui produk Pertamax Green 95, yaitu bahan bakar dengan campuran 5 persen bahan bakar nabati etanol (E5).

Pertamina juga berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi (geothermal), yang mana Indonesia saat ini memiliki kapasitas terpasang terbesar kedua di dunia.

Selain itu, berbagai inisiatif carbon capture and storage (CCS/CCUS), dan proyek dekarbonisasi juga terus dikembangkan agar sejalan dengan target net zero emission pada 2060 dari pemerintah.

Baca Lainnya

Pemerintah Kembangkan Pendanaan Inovatif untuk Kelola Taman Nasional

2 May 2026 - 01:18 WIB

Perlindungan Pekerja Diperkuat Melalui Upah Minimum dan Jaminan Sosial

2 May 2026 - 01:07 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Transformasi Bank Jatim Jadi Bank Syariah Kompetitif Global

30 April 2026 - 07:37 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis