Menu

Dark Mode
Menaker: BHR 2026 Harus Diberikan dengan Mekanisme yang Jelas dan Adil Khofifah Indar Parawansa Lantik Ramdan Denny Prakoso sebagai Ketua PW IKA Unair DKI Jakarta Murid SD dan SMP Siap Ikuti Gladi Bersih Sebelum TKA 2026 Utama Musim Kering 2026 Diproyeksikan Dimulai April dan Mencapai Puncak Agustus Menteri PPPA: Modul TPKS Polri Kunci Tingkatkan Penanganan Kekerasan Seksual Wamen Komdigi: Hak atas Data Digital Warga Harus Dilindungi di Era AI

Ekonomi & Bisnis

Dual Growth Strategy Pertamina: Kunci Ketahanan Energi dan Dukungan untuk Asta Cita

badge-check


Dual Growth Strategy Pertamina: Kunci Ketahanan Energi dan Dukungan untuk Asta Cita Perbesar

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menggencarkan dual growth strategy, yakni memaksimalkan bisnis yang sudah ada, seperti minyak dan gas bumi (migas), serta mengembangkan bisnis transisi energi menuju rendah karbon, sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo, Pertamina berkomitmen mendukung kemandirian pangan, energi, dan air. Kami menjalankan strategi dual growth. Pertama, memaksimalkan bisnis eksisting, kedua, mengembangkan bisnis rendah karbon,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, melalui keterangan resmi, Selasa (7/10/2025).

Simon menegaskan pada sisi bisnis eksisting, Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas melalui berbagai inovasi teknologi, terutama pada sumur-sumur yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi, subholding upstream (hulu) Pertamina.

Lebih lanjut, Pertamina juga memperkuat bisnis hilir. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan efisiensi kilang, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang ditargetkan beroperasi pada November 2025. “Proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan produk berkualitas tinggi setara standar Euro 5, dan mengurangi ketergantungan impor BBM,” kata Simon Mantiri.

Pertamina juga terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon. Salah satunya melalui produk Pertamax Green 95, yaitu bahan bakar dengan campuran 5 persen bahan bakar nabati etanol (E5).

Pertamina juga berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi (geothermal), yang mana Indonesia saat ini memiliki kapasitas terpasang terbesar kedua di dunia.

Selain itu, berbagai inisiatif carbon capture and storage (CCS/CCUS), dan proyek dekarbonisasi juga terus dikembangkan agar sejalan dengan target net zero emission pada 2060 dari pemerintah.

Baca Lainnya

Menaker: BHR 2026 Harus Diberikan dengan Mekanisme yang Jelas dan Adil

5 March 2026 - 07:43 WIB

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Sediakan Bahan Pokok Murah bagi Warga Lamongan Jelang Idul Fitri

4 March 2026 - 12:10 WIB

Dudy Purwagandhi: Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Vital untuk Angkutan Lebaran

4 March 2026 - 04:19 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis