Menu

Dark Mode
Penguatan Diseminasi Informasi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kolaborasi Strategis dengan ANTARA Dari Women’s Leadership Forum, Khofifah Tegaskan Kepemimpinan Perempuan Harus Berorientasi pada Dampak dan Keadilan Kabag Humas Pemprov Jatim Zainal Muttaqin Dorong Penguatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah Hadapi Disrupsi Teknologi Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah Dorong Partisipasi Masyarakat Lestarikan Ekosistem Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya

Ekonomi & Bisnis

Kemandirian Pangan-Energi, Kunci Ketahanan Nasional

badge-check


Kemandirian Pangan-Energi, Kunci Ketahanan Nasional Perbesar

Jakarta — Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi terwujudnya negara yang benar-benar merdeka, berdaulat, dan berdaya saing di tengah dinamika global. Tanpa kemandirian di dua sektor strategis tersebut, sebuah negara dinilai akan rentan terhadap tekanan eksternal dan ketergantungan pada pihak luar.

Presiden menekankan bahwa pangan dan energi tidak sekadar komoditas ekonomi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak serta menentukan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan produksi dalam negeri, peningkatan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta pengembangan teknologi untuk menjamin ketahanan jangka panjang.

“Kemandirian pangan dan energi adalah syarat mutlak bagi sebuah bangsa untuk berdiri tegak dan menentukan masa depannya sendiri,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen bangsa—pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat—untuk mewujudkan kemandirian tersebut. Pemerintah berkomitmen memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri energi agar mampu memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan kemandirian pangan dan energi sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi nasional. Dengan produksi yang kuat dari dalam negeri, nilai tambah ekonomi diharapkan dapat dinikmati secara lebih merata oleh masyarakat.

Selain itu, penguatan kemandirian energi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi nasional, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas pasokan energi, tetapi juga untuk mendukung transisi menuju pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Melalui penguatan kemandirian pangan dan energi, Presiden optimistis Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain sebagai bangsa yang mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing kuat di tengah tantangan serta ketidakpastian global.

 

Baca Lainnya

Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

25 July 2026 - 03:50 WIB

Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global

24 July 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

24 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis