Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai pemanfaatan agentic artificial intelligence (agentic AI) memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan publik yang lebih presisi. Teknologi ini dinilai mampu membantu pemerintah dalam menganalisis data secara mendalam serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat dan berbasis bukti.
Sekjen Kemkomdigi menjelaskan bahwa agentic AI memiliki kemampuan untuk bekerja secara adaptif dan mandiri dalam mengolah data dalam skala besar. Dengan kemampuan tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap permasalahan publik, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan agentic AI juga dinilai sejalan dengan agenda transformasi digital pemerintah. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, mempercepat proses analisis kebijakan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data.
Namun demikian, Sekjen Kemkomdigi menegaskan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam kebijakan publik harus tetap memperhatikan aspek etika, keamanan data, dan perlindungan privasi. Penguatan regulasi dan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara bertanggung jawab.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk agentic AI, dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, diharapkan kebijakan publik dapat dirumuskan secara lebih presisi, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sumber: Infopublik.id











