Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Anak-Anak Korban Gempa Tetap Ceria dan Semangat Belajar di Tengah Masa Pemulihan Gubernur Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 H. Indar Parawansa, Perkuat Tradisi Religius di Tengah Masyarakat Jelang Muktamar ke-35 NU, Istighatsah-Manaqib Kubra JATMAN Jadi Ikhtiar Spiritual dari Tambakberas Perkuat Akhlak di Era Digital, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial IKA UNAIR Salurkan 100 Kardus Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Gubernur Khofifah Tekankan Prioritas Kelompok Rentan Gubernur Khofifah Terharu Dengarkan Kisah Warga Terdampak Gempa, Pastikan Dukungan Jatim Terus Berlanjut

Sosial & Budaya

Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat

badge-check


Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat Perbesar

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terpercaya dalam pengembangan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menyediakan informasi, termasuk untuk menjawab pertanyaan keagamaan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa jika sistem AI tidak dilatih dengan data yang tepat, hasil jawabannya berpotensi bias dan menyesatkan, terutama pada topik‑topik sensitif seperti ajaran agama. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran platform AI keislaman “Aiman & Aisha” di Jakarta, yang dibuat untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang agama secara lebih mudah. Nezar menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengembang yang telah menerapkan mitigasi risiko, seperti pembatasan otomatis agar AI tidak memberikan jawaban pada pertanyaan yang bersifat sensitif atau kritis, dan menyarankan pengguna untuk berkonsultasi langsung dengan ustaz atau ahli ketika diperlukan. 

Selain itu, para tokoh masyarakat mengingatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas jawaban yang diberikan oleh AI, sumber data perlu dilengkapi dengan rujukan kitab‑kitab dan fatwa ulama sehingga informasi yang disampaikan lebih lengkap dan sesuai dengan kaidah keagamaan. Kehadiran teknologi seperti ini dinilai bisa memperkaya khazanah pemahaman agama di masyarakat dengan tetap menjaga keharmonisan serta mencegah kekeliruan informasi. 

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ajak Anak-Anak Korban Gempa Tetap Ceria dan Semangat Belajar di Tengah Masa Pemulihan

26 August 2026 - 07:34 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 H. Indar Parawansa, Perkuat Tradisi Religius di Tengah Masyarakat

26 August 2026 - 03:58 WIB

Jelang Muktamar ke-35 NU, Istighatsah-Manaqib Kubra JATMAN Jadi Ikhtiar Spiritual dari Tambakberas

26 August 2026 - 00:36 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya