Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Apresiasi Peran Pengembang dalam Penyediaan Hunian Layak di Jawa Timur Produksi Beras Awal 2026 Melampaui Konsumsi, Indonesia Punya Cadangan Besar Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi Kemenhub: Mobil Pribadi Diprediksi Jadi Moda Utama Pemudik 2026 Buku Pintar Budi Daya Hortikultura: Dukungan Wujudkan Kedaulatan Pangan Gubernur Khofifah Ajak Sopir dan Pelaku Usaha Transportasi Dukung Normalisasi Kendaraan ODOL

Ekonomi & Bisnis

Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi

badge-check


Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi Perbesar

Jakarta — Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional diproyeksikan membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri asuransi di Indonesia, khususnya di segmen asuransi energi yang menangani risiko sektor hulu migas. Hal ini mengemuka dalam diskusi “Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas” yang melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah, industri migas, serta sektor asuransi di Jakarta. Peningkatan aktivitas eksplorasi, pengembangan lapangan, dan operasional migas menuntut perlindungan risiko yang semakin kompleks, sehingga asuransi menjadi komponen penting dalam manajemen risiko industri energi nasional. 

Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi, dan Perbendaharaan SKK Migas, Achmad Rezki Isfadjar, menyatakan bahwa potensi bisnis asuransi di sektor hulu migas sangat besar, karena aktivitas investasi dan operasi yang intensif menciptakan kebutuhan proteksi risiko yang berkelanjutan. Perlindungan asuransi aset dan kegiatan operasional melalui mekanisme konsorsium asuransi nasional dinilai dapat memperkuat posisi industri asuransi domestik dan meningkatkan peluang premi dari kontraktor migas. 

Dari sisi pelaku industri, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang investasi di sektor energi. Lonjakan aktivitas ini diperkirakan akan berdampak langsung terhadap permintaan produk asuransi yang lebih luas dan kompleks, mencakup perlindungan aset fisik, tanggung jawab hukum, dan keselamatan kerja. 

Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Adi Pramana, menilai bahwa karakter risiko di sektor migas — yang sering kali low frequency namun high severity — membuat kebutuhan asuransi sangat penting guna menjamin keberlanjutan operasional dan efisiensi. Dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi migas hingga target strategis masa depan, kerjasama antara pelaku industri migas dan perusahaan asuransi dipandang sebagai kunci penguatan kapasitas industri untuk memaksimalkan potensi pasar ini. 

Meskipun peluang pertumbuhan besar, para pelaku industri juga mencatat bahwa partisipasi perusahaan asuransi lokal di lini hulu migas masih terbatas, sehingga masih terbuka ruang besar untuk pengembangan produk asuransi energi di dalam negeri. 

📌 Sumber Berita : Infopublik

Baca Lainnya

Produksi Beras Awal 2026 Melampaui Konsumsi, Indonesia Punya Cadangan Besar

7 March 2026 - 03:41 WIB

Kemenhub: Mobil Pribadi Diprediksi Jadi Moda Utama Pemudik 2026

7 March 2026 - 03:34 WIB

Buku Pintar Budi Daya Hortikultura: Dukungan Wujudkan Kedaulatan Pangan

7 March 2026 - 03:12 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis