Menu ✖

Dark Mode
Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo Gubernur Khofifah Sapa Warga Paciran Lamongan dan Serahkan Bantuan Pangan Gratis di Pasar Murah ke-220 Gubernur Khofifah Hadir Langsung di Pronojiwo Lumajang, Serahkan Santunan dan Bantuan Renovasi Rumah Terdampak Longsor

Sosial & Budaya

Transformasi Kerja dan Hemat Energi Jadi Fokus Pendidikan Nasional

badge-check


Transformasi Kerja dan Hemat Energi Jadi Fokus Pendidikan Nasional Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong penerapan budaya kerja baru yang lebih adaptif sekaligus mendukung gerakan hemat energi di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Transformasi budaya kerja ini dirancang untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, produktif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk bekerja lebih cerdas dan efektif.

Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari tertentu. Meski demikian, layanan pendidikan tetap harus berjalan optimal dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai kanal pelayanan.

Di lingkungan sekolah, Mendikdasmen mendorong penerapan budaya hemat energi sebagai bagian dari pembiasaan positif. Satuan pendidikan diimbau untuk mengelola penggunaan listrik secara efisien, memanfaatkan pencahayaan alami, serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

Selain itu, gerakan hemat energi juga diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti penggunaan transportasi ramah lingkungan, pengurangan kendaraan pribadi, serta pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

Mendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari ASN, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja baru yang modern dan berkelanjutan.

Dengan penerapan budaya kerja adaptif dan gerakan hemat energi ini, pemerintah berharap sektor pendidikan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendukung pembangunan nasional jangka panjang.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

4 November 2026 - 08:23 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI

4 November 2026 - 01:41 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo

3 November 2026 - 12:47 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya