Jakarta, Petik — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas akses kerja dan pelatihan sebagai strategi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa berbagai dinamika global, seperti tekanan ekonomi, krisis energi, dan perubahan pasar kerja akibat digitalisasi, menuntut sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan responsif. Karena itu, peningkatan akses terhadap layanan ketenagakerjaan menjadi fokus utama.
Upaya penguatan diarahkan pada program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan berbasis kompetensi, serta pengembangan pasar kerja yang terintegrasi. Pemerintah berkomitmen memastikan pencari kerja maupun pekerja terdampak dapat dengan mudah memanfaatkan layanan tersebut.
Selain itu, Kemnaker juga mendorong peningkatan kualitas pelatihan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan keterampilan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.
Akses kerja juga diperkuat melalui optimalisasi layanan digital ketenagakerjaan, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan secara cepat, mudah, dan transparan. Integrasi sistem layanan menjadi penting untuk memastikan program tersalurkan secara efektif.
Dalam menghadapi tantangan global, Kemnaker menekankan pentingnya koordinasi internal serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dinilai krusial dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis tenaga kerja Indonesia akan semakin siap menghadapi perubahan global, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.



















