Menu

Dark Mode
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

Politik & Pemerintahan

Gubernur Khofifah Bahas Tindak Lanjut LoI Jatim–Alexandria, Targetkan Kerja Sama Strategis Bidang Pendidikan dan Perdagangan

badge-check


Gubernur Khofifah Bahas Tindak Lanjut LoI Jatim–Alexandria, Targetkan Kerja Sama Strategis Bidang Pendidikan dan Perdagangan Perbesar

SURABAYA, 19 APRIL 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas rencana penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir, dalam pertemuan dengan Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi.

Pertemuan tersebut berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar, Minggu (19/4), dan turut dihadiri oleh Rois Bi’tsah, Syekh Ahmad Muhammad Mabruk, Syekh Faraq Salim, serta Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.

Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas tindak lanjut rencana kerja sama yang difokuskan pada sektor perdagangan dan pendidikan.

"Alhamdulillah, pagi ini dapat berdiskusi dengan Wakil Duta Besar Mesir Dr amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi di Masjid Al Akbar, beliau ditemani Rois Bi'tsah Syekh ahmad Muhammad Mabruk dan Syekh faraq salim dari Al Azhar Mesir," ujarnya.

"Kami diskusi terkait  tindak lanjut penandatangan protokol dengan Gubernur Alexandria bidang perdagangan dan pendidikan yang saat ini masih proses tindak lanjut untuk menjadi MoU," terangnya menambahkan.

Khofifah menjelaskan bahwa pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan _Letter of Intent_ (LoI) atau surat pernyataan kehendak kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria yang saat itu dipimpin oleh Mohamed Taher El-Sherif.

"Penandatanganan LoI, _Letter of Intent_, atau surat pernyataan kehendak kerja sama sudah pernah dilakukan antara Jawa Timur dan Alexandria, kami optimis akan ada progress yang signifikan," ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dirancang dalam format _sister province_ yang telah memperoleh persetujuan dari DPRD Jawa Timur. Menurutnya, kedua wilayah memiliki potensi besar untuk saling melengkapi.

Ia mencontohkan pada sektor perdagangan, di mana Mesir memiliki budaya konsumsi kopi yang tinggi, sementara Jawa Timur merupakan salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia.

"Ada potensi-potensi yang bisa dilakukan _link and match_ antara Jatim dan Alexandria," bebernya

Di sektor pendidikan, Khofifah menilai kedua wilayah memiliki kesamaan fokus dalam pengembangan sumber daya manusia. Alexandria yang juga dikenal Iskandariyah merupakan pusat pendidikan dan kebudayaan dunia Mediterania kuno untuk sebagian besar zaman Helenistik dan zaman kuno akhir.

Alexandria juga dikenal dengan perpustakaan terbesar di dunia yang memuat karya-karya penting ulama besar Islam. Sehingga diharapkan menjadi magnet bagi pendalaman sejarah Islam Tanah Air.

"Saya rasa ini bisa menjadi fondasi awal bahwa dua provinsi ini sama-sama memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan, ini bisa menjadi atensi kita untuk kemajuan pendidikan, transfer knowledge, bagaimana peradaban berkembang di sana dan banyak karya-karya luar biasa para ulama ada di perpustakaan di sana," urainya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan rencana penguatan kerja sama antara Universitas Al-Azhar dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme.

"Juga rencana kerjasama beberapa perguruan tinggi NU untuk bekerjasama dengan Azhar for combating terrorism," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut memaparkan pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar yang terus dioptimalkan sebagai pusat layanan keagamaan dan sosial bagi masyarakat.

“Dengan keterbatasan lahan, kami terus memaksimalkan fungsi masjid melalui berbagai fasilitas seperti _greenhouse_, _mini soccer_ berbasis pendidikan Al-Qur’an, _digital library_, program bagi generasi muda, Taman Asmaul Husna, hingga fasilitas ramah lingkungan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, menyampaikan apresiasi atas pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar yang dinilai mampu memberikan pelayanan optimal bagi jamaah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan yang representatif.

 

Baca Lainnya

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat

26 June 2026 - 03:58 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan