Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

Ekonomi & Bisnis

Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

badge-check


Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Perbesar

Jakarta, Petik — Sejumlah ekonom menilai Indonesia perlu merancang arsitektur pendanaan baru untuk menghadapi perubahan besar dalam sistem ekonomi global yang kian terfragmentasi.

Perubahan tersebut ditandai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, pergeseran aliansi ekonomi, serta menurunnya ketergantungan pada sistem keuangan global yang sebelumnya terpusat. Kondisi ini menuntut negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk lebih adaptif dalam mengelola sumber pembiayaan pembangunan.

Para ekonom menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya bergantung pada sumber pendanaan konvensional, terutama yang berbasis dolar AS. Diperlukan strategi yang lebih beragam dan progresif guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, memperdalam pasar keuangan domestik berbasis rupiah, serta memperluas akses terhadap sumber investasi dan likuiditas. Selain itu, inovasi instrumen pembiayaan juga perlu dikembangkan agar lebih fleksibel dan efisien.

Fragmentasi ekonomi global juga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan likuiditas dan meningkatkan risiko dalam sistem keuangan internasional. Karena itu, Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk sumber pendanaannya sendiri.

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus memanfaatkan peluang dari perubahan struktur ekonomi dunia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis