Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global

badge-check


KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global Perbesar

Cebu – Indonesia menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN guna mengantisipasi dampak konflik global serta dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina. Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama regional, terutama pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok agar kawasan tetap tangguh menghadapi tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai langkah konkret diperlukan untuk menghadapi berbagai disrupsi akibat perang dan konflik internasional. Menurutnya, penguatan ketahanan energi kawasan dapat dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan, penguatan cadangan energi regional, hingga optimalisasi kerja sama antarnegara ASEAN.

Selain itu, ASEAN juga dinilai perlu memperkuat perdagangan intra-kawasan serta memanfaatkan berbagai kerja sama strategis seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN Plus One Free Trade Agreements guna menjaga stabilitas ekonomi regional di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut isu pangan dan energi menjadi agenda utama dalam forum ASEAN tahun ini. Ia menegaskan Indonesia terus mendorong pengembangan sektor energi strategis, termasuk hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan konektivitas energi regional, diversifikasi jalur distribusi, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh agar negara-negara ASEAN mampu menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global secara bersama-sama.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis