Bekasi, Petik — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengembangkan sistem loan factory sebagai strategi untuk memperkuat pertumbuhan kredit sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pembiayaan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi bisnis BTN dalam mengelola peningkatan volume kredit, khususnya pada sektor kredit pemilikan rumah (KPR). Melalui sistem ini, proses pengajuan kredit yang sebelumnya tersebar di berbagai cabang kini diintegrasikan dalam satu sistem terpusat berbasis proses.
Dengan pendekatan tersebut, BTN dapat mempercepat penyaluran kredit, meningkatkan kapasitas layanan, serta menjaga kualitas portofolio kredit secara lebih terkendali. Selain itu, sistem ini memungkinkan standardisasi di setiap tahap, mulai dari pengumpulan data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan kredit.
Loan factory juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pembagian tugas yang lebih spesifik pada tiap tahapan. Dengan demikian, setiap proses ditangani oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus, sehingga meningkatkan akurasi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi elemen penting dalam sistem ini, termasuk penggunaan decision engine untuk mempercepat analisis dan persetujuan kredit. Hal ini diharapkan dapat mempersingkat waktu pemrosesan sekaligus memperkuat tata kelola kredit.
BTN menargetkan proses kredit menjadi jauh lebih cepat, sehingga pelayanan kepada nasabah semakin responsif. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan di industri perbankan.
Dengan penerapan loan factory, BTN optimistis mampu mendorong pertumbuhan kredit yang lebih agresif namun tetap berkualitas, sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah persaingan sektor keuangan yang semakin dinamis.



















