Menu

Dark Mode
Melalui Program Sapa Bansos 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Kemandirian Masyarakat Kota Probolinggo Pemerintah Perkuat Pemberdayaan dan Ekonomi Desa demi Menekan Jumlah Desa Tertinggal di Indonesia BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Investasi Jadi Fokus Pemerintah dalam Menopang Pertumbuhan Nasional IHSG Rebound Kuat Setelah Tekanan Pasar, Investor Sambut Positif Langkah Regulator Gubernur Khofifah Buka Peluang Santri Jawa Timur Kuliah STEM dan Al-Azhar Mesir Melalui Beasiswa LPPD 2026

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Dorong Santri Siap Hadapi Era Digital Tanpa Tinggalkan Jati Diri Keislaman

badge-check


Gubernur Khofifah Dorong Santri Siap Hadapi Era Digital Tanpa Tinggalkan Jati Diri Keislaman Perbesar

SIDOARJO, 11 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo, Senin (9/2) malam. 

Kegiatan tersebut diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah yang memadati area pesantren dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat dalam mengembangkan pendidikan kualitas internasional , dakwah Islam  rahmatan lil ‘alamin sekaligus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi  masyarakat.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengabdian sosial dan ekonomi serta  pembentukan karakter umat yang memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Haul dan Harlah ini bukan sekadar momentum mengenang para masyayikh dan pendiri pesantren, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta komitmen dalam membangun peradaban yang berakhlakul karimah,” tutur Khofifah.

Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kesholehan  sosial. Peran tersebut sejalan dengan visi pembangunan Jawa Timur yang menempatkan religiusitas dan kebudayaan sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Pesantren seperti Bumi Sholawat ini menjadi penjalin sinergi antara ilmu, akhlak, dan pengabdian. Inilah kekuatan pesantren yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya peran santri dan alumni pesantren dalam menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital dan globalisasi, tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaan.

Ia meyakini bahwa nilai-nilai pesantren menjadi bekal penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat ketahanan bangsa. Melalui peringatan Haul dan Harlah ini, ia berharap Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat semakin kokoh sebagai pusat dakwah yang menyejukkan, pusat pendidikan yang mencerahkan, serta pusat gerakan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga para masyayikh yang telah dipanggil keharibaan Allah SWT  mendapatkan tempat terbaik dan mulia  di sisi Allah SWT, dan Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat terus istiqamah melahirkan generasi yang alim, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Syech Yusri Al Hasani dari Mesir juga memberikan taushiyah  terkait pentingnya belajar ilmu al qur'an dan mengajarkannya kembali kepada masyarakat. Juga Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya juga sempat memberikan mauidhoh hasanah bagi seluruh jamaah yang hadir. Dalam nasihatnya, Habib Luthfi menegaskan bahwa haul pada hakikatnya merupakan momentum untuk meneguhkan ketaatan kepada orang tua. 

Bakti kepada orang tua, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan dan pelayanan semasa hidup, tetapi juga melalui doa yang terus dipanjatkan setelah wafat.

Habib Luthfi juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri. Beliau  menekankan bahwa jika seorang santri ingin menjadi ulama besar, maka kuncinya hanya ada dua, yakni taat kepada kedua orang tua dan taat kepada para guru. Dua bentuk ketaatan tersebut menjadi pintu utama keberkahan ilmu dan kekuatan dalam perjalanan keilmuan.

 

Baca Lainnya

Pemerintah Perkuat Pemberdayaan dan Ekonomi Desa demi Menekan Jumlah Desa Tertinggal di Indonesia

11 June 2026 - 05:22 WIB

BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap

11 June 2026 - 05:17 WIB

Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Investasi Jadi Fokus Pemerintah dalam Menopang Pertumbuhan Nasional

11 June 2026 - 05:01 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya