Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan Geopark Ijen Siap Revalidasi UNESCO, Targetkan Pertahankan Status Green Card PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering Ancaman Kekeringan Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Ketidakpastian Global Gubernur Khofifah Dorong Sinergi TNI-Polri dalam Ketahanan Pangan, Paparkan Best Practice Jatim ke Peserta SESPIMTI BTN Percepat Proses Kredit dengan Transformasi Digital

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Pastikan Geopark Ijen Siap Revalidasi UNESCO, Targetkan Pertahankan Status Green Card

badge-check


Gubernur Khofifah Pastikan Geopark Ijen Siap Revalidasi UNESCO, Targetkan Pertahankan Status Green Card Perbesar

Pemprov Jatim Siapkan Geopark Ijen Pertahankan Status Green Card 2026

SURABAYA, 15 APRIL 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) untuk kawasan Geopark Ijen. 

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hakim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/4).

Dalam pertemuan ini, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa revalidasi merupakan proses evaluasi menyeluruh yang wajib dilaksanakan setiap empat tahun untuk memastikan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar internasional yang ditetapkan UNESCO.

"Pemprov Jatim memberi atensi besar revalidasi UNESCO Global Geopark sebab Geopark Ijen telah melalui siklus penuh pengakuan internasional serta memastikan kualitas yang berkelanjutan melalui revalidasi tahun 2026," ujarnya.

Khofifah menekankan pentingnya kesiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan. Pasalnya, aspek yang dinilai dalam revalidasi tidak hanya kondisi eksisting, tetapi juga perkembangan dan capaian yang telah dilakukan sejak penetapan sebelumnya.

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menentukan status Geopark Ijen dalam jaringan UGG, yakni _Green Card_ (status dipertahankan), _Yellow Card_ (perlu perbaikan dalam dua tahun), atau _Red Card_ (pencabutan dari jaringan).

"Kami ingin melihat langsung progres dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan saat asesor melakukan penilaian," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa capaian status _Green Card_ tidak hanya menjadi simbol pengakuan internasional, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kunjungan wisata minat khusus, peluang investasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan Geopark Ijen.

"Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kami tidak sekadar mempertahankan status UNESCO Global Geopark tetapi menjadikannya model geopark berkelanjutan tingkat global," tegasnya.

Khofifah juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat. Hal ini mengingat keberadaan Geopark Ijen telah memberikan dampak nyata, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, serta kegiatan penelitian di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso

"Dari sisi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, penelitian Ijen geopark sangat berdampak bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya

PU Optimalkan Pengelolaan Air untuk Hadapi Musim Kering

15 April 2026 - 03:02 WIB

Ancaman Kekeringan Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

15 April 2026 - 02:43 WIB

Dari Lampung Selatan, Halal Bihalal HIKAM Sumatra Teguhkan Silaturahim dan Pesan Keselamatan melalui Ibadah dan Cinta Ulama

14 April 2026 - 10:44 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya