Menu

Dark Mode
Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

Ekonomi & Bisnis

Indonesia-IMO Gelar Seminar Internasional Daur Ulang Kapal di Jakarta

badge-check


Indonesia-IMO Gelar Seminar Internasional Daur Ulang Kapal di Jakarta Perbesar

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan International Maritime Organization (IMO) menyelenggarakan Seminar On Ship Recycling Under The Hong Kong Convention di bawah kerangka kerja sama IMO-SENSREC Programme pada tanggal 16-17 September 2025 di Jakarta.

IMO mengirim Project Manager SENSREC Mr. John Alonso untuk memandu seluruh kegiatan. Seminar dihadiri delegasi dari Bangladesh yang dipimpin oleh Rashidul Hassan, Additional Secretary, Ministry of Industry Bangladesh, dan dari Pakistan yang dihadiri oleh Capt. Javed Khan, Chairman of Balochistan Development Authority Pakistan. Seminar ini dilaksanakan guna memberikan gambaran umum mengenai daur ulang kapal, pelaksanaan IMO Hong Kong Convention, dan prediksi pasar global terhadap industri daur ulang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan,  salam sambutannya Lollan mengatakan, seminar ini menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman mengenai isu pembangunan maritim berkelanjutan khususnya terkait daur ulang kapal, termasuk peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan IMO, Bangladesh, Pakistan dan negara lainnya.

“Bagi Indonesia, kerja sama yang erat dengan IMO, Bangladesh, Pakistan dan negara-negara lain sangat penting untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan fasilitas daur ulang kapal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berkontribusi pada upaya global untuk mewujudkan laut yang lebih bersih dan aman,” ujar Lollan dalam siaran persnya yang diterima, Rabu (17/9/2025).

Turut hadir dalam Seminar ini antara lain delegasi dari IMO, Bangladesh, Pakistan, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Asosiasi dari INSA, IPERINDO serta BUMN dan swasta seperti PT BKI, PT Pelindo, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Nathabumi, PT Samudra Marine Indonesia dan PT Marcopolo Shipyard.

Courtesy Call dan Kunjungan ke Faslitas Penglahan Limbah B3

Adapun rangkaian kegiatan ini diawali dengan Courtesy Call perwakilan Delegasi IMO, Bangladesh, dan Pakistan dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, Senin (15/9). Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Port Waste Management System PT Pelindo (Persero) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Selanjutnya pada hari ini, Rabu (17/9/2025) akan dilaksanakan kunjungan lapangan ke Fasilitas Pengolahan Limbah B3 PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Bogor untuk meninjau proses pengolahan limbah B3 beserta layanan pengumpulan, daur ulang, pengolahan dan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berwawasan lingkungan dan aman.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis