Menu

Dark Mode
Halal Bihalal YPS Al Madinah Jombang, Bangun Sinergi Antar Lembaga dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Gubernur Khofifah Sampaikan LKPJ 2025, Tegaskan Pembangunan Jatim Tumbuh Inklusif dan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Tetapkan Sirkuit Suryo Magetan, Perkuat Infrastruktur Olahraga dan Lahirkan Talenta Balap Jatim Kunjungan Presiden ke Jepang Buka Peluang Kerja Sama Teknologi BPH Migas Pastikan Kelancaran Distribusi BBM ke 3T PLN Dorong Pemerataan Energi Lewat Pembangunan Infrastruktur 3T
Recent News

Ekonomi & Bisnis

27 Aug 2025 - 11:07 WIB

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan 39 Unit Alsintan Kepada Poktan di Blitar Dan Tulungagung, Optimistis Tingkatkan Nilai Tambah Dan Kebermanfaatan Petani

Berita

27 Aug 2025 - 08:04 WIB

Jalan Sehat Bersama Puluhan Ribu Murid dan Guru Se-Kediri, Gubernur Khofifah Tegaskan SMA/SMK/SLB Negeri Se-Jatim Bebas Pungli dan Terus Tingkatkan Prestasi

Ekonomi & Bisnis

27 Aug 2025 - 05:36 WIB

Bansos dan Zakat Produktif Rp6,1 Miliar untuk Warga Tulungagung, Gubernur Khofifah Optimis Jadi Bantalan Sosial dan Larang untuk Judol

Politik & Pemerintahan

26 Aug 2025 - 14:13 WIB

Pemerintah Luncurkan Implementasi Digital Public Infrastructure (DPI), Fokus Digitalisasi Bansos dan Perizinan Usaha

Sosial & Budaya

26 Aug 2025 - 14:00 WIB

BPJPH Dorong Peningkatan Ruang Lingkup dan Kompetensi LPH dalam Layanan Sertifikasi Halal

Sosial & Budaya

26 Aug 2025 - 13:55 WIB

Wamenag: Penyuluh Agama Adalah Wajah Kemenag di Tengah Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

26 Aug 2025 - 10:59 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Rp 5,7 Miliar Bansos dan Zakat Produktif Di Kabupaten Blitar, Jadi Penguat Sosial Ekonomi Masyarakat

Berita

26 Aug 2025 - 06:14 WIB

Tutup Gelaran Java Coffee and Flavors Fest 2025, Gubernur Khofifah Optimistis Kopi dan Kakao Jatim Makin Besar Tembus Pasar Global

Ekonomi & Bisnis

26 Aug 2025 - 01:22 WIB

Respon Naiknya Harga Beras di Pasar, Gubernur Khofifah Tegas Instruksikan Jaga Kelancaran Distribusi Beras SPHP

Politik & Pemerintahan

25 Aug 2025 - 16:02 WIB

Jakarta, InfoPublik – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut mendukung pertumbuhan pembangunan dan ekonomi di kawasan transmigrasi sesuai dengan visi misi Asta Cita melalui beberapa program strategis bersama Kementerian Transmigrasi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, saat menyampaikan materi dalam Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8/2025). “Kementerian ATR/BPN memiliki peran penting dalam pembangunan di kawasan transmigrasi, melalui program strategis, yaitu sertipikasi tanah transmigrasi dan Reforma Agraria,” ujar Wamen Ossy di hadapan peserta Ekspedisi Patriot Transmigrasi yang berasal dari 2.000 akademisi. Sertifikasi tanah transmigran menjadi penting karena menurut Wamen Ossy, program transmigrasi tidak akan berjalan dengan baik jika para transmigran tidak memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati. Terlebih, tanah menjadi modal dasar kehidupan dan kesejahteraan para transmigran. “Kementerian ATR/BPN akan terus memastikan bahwa setiap transmigran yang ditempatkan di kawasan transmigrasi memperoleh sertipikat tanah yang sah,” tutur Wamen Ossy. Wamen Ossy menjelaskan, salah satu cara Kementerian ATR/BPN mendukung program transmigrasi adalah melalui Reforma Agraria, utamanya dalam Penataan Akses. Dengan Penataan Akses, setelah tanah dimiliki dan disertipikasi, para transmigran bisa memiliki akses ke sumber daya lain, seperti permodalan, pasar, pendampingan usaha, bahkan akses ke teknologi pertanian maupun perkebunan yang modern. “Kita ingin Reforma Agraria dapat memastikan bahwa tanah yang dimiliki bisa dikelola dengan produktif, berkelanjutan, dan menyejahterakan. Kita tidak ingin saat masyarakat mendapatkan sertipikat tanah mereka, mereka dengan mudahnya menjual sertifikat tanah tersebut (tanpa dimanfaatkan, red) kepada pihak lain dan mereka kembali tidak memiliki tanah,” ungkap Wamen Ossy. Usai sesi pembekalan kepada 2.000 akademisi, acara ini dilanjutkan dengan sesi pelepasan peserta ekspedisi patriot transmigrasi. Nantinya, 2.000 peserta tersebut akan disebar sebagai tim advance, yaitu tim yang akan melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 titik kawasan transmigrasi. Pelepasan ini dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pelepasan peserta dipimpin Menko AHY yang juga didampingi oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, dan sejumlah Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih. Adapun dalam kesempatan ini, Wamen Ossy didampingi oleh Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin.