Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Ekonomi & Bisnis

Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali

badge-check


Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah menetapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan sistem work from home (WFH) setiap hari Jumat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk merespons dinamika global, khususnya dalam efisiensi energi dan penguatan sistem kerja yang lebih adaptif.

Penerapan WFH satu hari dalam sepekan bertujuan mengurangi mobilitas harian ASN, sehingga diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini dinilai relevan di tengah tekanan harga energi global yang dipengaruhi kondisi geopolitik internasional.

Selain itu, WFH juga diharapkan mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan sistem kerja daring, ASN tetap dapat menjalankan tugas tanpa harus hadir di kantor, selama tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk semua sektor. Layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti kesehatan, keamanan, dan operasional penting lainnya, tetap harus dilakukan secara langsung (luring) agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

Untuk sektor swasta, pemerintah hanya memberikan imbauan tanpa kewajiban, agar perusahaan dapat menyesuaikan kebijakan kerja fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Di sisi lain, penerapan WFH setiap Jumat juga diperkirakan memberi dampak positif bagi ekonomi domestik. Waktu yang lebih fleksibel berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga serta mendorong aktivitas ekonomi di beberapa sektor.

Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kebijakan ini tidak menurunkan produktivitas ASN, melainkan justru meningkatkan efisiensi dan kinerja birokrasi.

Dengan demikian, kebijakan WFH setiap Jumat diharapkan mampu menciptakan sistem kerja pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap berbagai tantangan global.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global

11 April 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Perkuat Regulasi dan Pengawasan SDA

11 April 2026 - 00:44 WIB

Tata Kelola Konstruksi Diperbaiki untuk Tingkatkan Kualitas Proyek

11 April 2026 - 00:40 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis