Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar Menko Pangan Soroti Peran Energi dalam Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Peran Industri Lokal di Sektor Semikonduktor Momentum Koreksi IHSG untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Hukum & Kriminal

Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua

badge-check


Ketua DPR RI Kutuk Keras Penyerangan KKB di Yahukimo yang Tewaskan Guru Papua Perbesar

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mengutuk keras penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua, yang menewaskan seorang guru dan melukai sejumlah tenaga kesehatan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (21/3/2025) ini disebutnya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang menghambat pembangunan di Papua.

“Dukacita mendalam saya sampaikan atas gugurnya guru di Papua akibat aksi tidak manusiawi ini. Serangan terhadap warga sipil, apalagi tenaga pendidik dan medis, adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Puan dalam keterangan resmi, Selasa (25/3/2025).

Korban tewas diidentifikasi sebagai Rosalia Rerek Sogen (29), guru sekolah dasar di Yahukimo. Sedikitnya 7 orang lainnya—guru dan tenaga kesehatan—mengalami luka berat-ringan. KKB juga membakar sejumlah rumah dan sekolah. Klaim bertanggung jawab datang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), meski data korban masih simpang siur (1 tewas vs 6-7 korban).

“Kami minta pemerintah memberikan kejelasan rinci soal korban dan penanganan pascaserangan,” imbuh Puan.

Sebanyak 46 guru dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Wamena dan Sentani pada Sabtu (22/3). Puan mendesak peningkatan pengamanan di daerah rawan konflik oleh TNI/Polri, serta pendekatan holistik lewat kombinasikan keamanan dengan program pemberdayaan masyarakat, juga dukungan psikososial untuk korban selamat dan keluarga korban tewas.

“Negara wajib menjamin keamanan warga, terutama di lokasi strategis seperti sekolah dan puskesmas,” tegasnya.

Puan menegaskan, masyarakat Papua berhak hidup tanpa ketakutan. Ia mendorong semua pihak mendukung perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

“Insiden ini harus jadi momentum memperkuat komitmen menciptakan Papua yang aman dan sejahtera,” tutup cucu Proklamator Bung Karno tersebut.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Sinergi KPID Jatim dan Pemda Perkuat Penyiaran Publik Jelang Piala Dunia 2026

28 January 2026 - 08:13 WIB

Penertiban Lahan dan Tambang Ilegal Ditegaskan Presiden di WEF

23 January 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Khofifah: MoU Lintas Lembaga Jadi Fondasi Kepastian Hukum dan Perlindungan Keluarga di Jawa Timur

22 January 2026 - 10:21 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan